Cakranegara, Mataram — Penguatan kepemimpinan sekolah berbasis Professional Learning Community (PLC) dinilai menjadi salah satu pendekatan strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar. Pendekatan ini menitikberatkan pada kolaborasi antar guru, refleksi berkelanjutan terhadap praktik pembelajaran, serta penguatan kepemimpinan instruksional yang berorientasi pada peningkatan mutu hasil belajar peserta didik.

Gagasan tersebut menjadi fokus utama dalam Seminar Rancangan Proyek Transformasi Kepemimpinan Sekolah yang dilaksanakan di SD Negeri 15 Cakranegara. Kegiatan ini menghadirkan Elvadwi Sholissafitri, S.Pd, guru SDN 15 Cakranegara sekaligus Peserta BCKS Kota Mataram 2025, sebagai pemateri utama.
Dalam pemaparannya, Elvadwi menjelaskan bahwa professional learning community merupakan komunitas profesional guru yang secara sadar dan berkelanjutan bekerja sama untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran. Konsep ini merujuk pada teori Professional Learning Community yang dikembangkan oleh Richard DuFour, yang menekankan tiga pilar utama, yakni fokus pada pembelajaran siswa, kolaborasi profesional, serta orientasi pada hasil.
Lebih lanjut, Elvadwi mengaitkan penerapan PLC dengan teori Instructional Leadership dari Hallinger dan Murphy, yang memandang kepemimpinan sekolah sebagai penggerak utama peningkatan kualitas proses belajar mengajar. Menurutnya, kepemimpinan instruksional akan berjalan efektif apabila didukung oleh komunitas belajar guru yang aktif, reflektif, dan saling menguatkan.
“Melalui komunitas belajar, guru tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga membangun tanggung jawab kolektif terhadap capaian belajar peserta didik,” ujar Elvadwi di hadapan peserta seminar.
Pendekatan kepemimpinan sekolah berbasis PLC juga dinilai sejalan dengan teori Transformational Leadership yang dikemukakan oleh Burns dan Bass, yang menekankan pentingnya perubahan budaya organisasi melalui visi bersama, motivasi, serta pemberdayaan seluruh warga sekolah. Dalam konteks sekolah dasar, perubahan budaya ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya pembelajaran yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Seminar tersebut diikuti oleh 15 guru dan tenaga kependidikan SD Negeri 15 Cakranegara, serta 5 mahasiswa Asistensi Mengajar dari Universitas Mataram. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pandangan konstruktif terkait tantangan dan peluang penerapan komunitas belajar di lingkungan sekolah dasar.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan tersebut, sekolah disarankan untuk memperkuat implementasi kepemimpinan sekolah berbasis PLC melalui beberapa langkah strategis. Di antaranya adalah membentuk komunitas belajar guru secara berkelanjutan dengan agenda refleksi rutin dan berbagi praktik baik pembelajaran, mengintegrasikan prinsip PLC ke dalam program kerja sekolah dan supervisi akademik, serta memperkuat kepemimpinan instruksional melalui pelatihan dan pendampingan bagi guru maupun pimpinan sekolah.
Selain itu, kolaborasi lintas peran juga perlu didorong, termasuk melibatkan mahasiswa asistensi mengajar dan pemangku kepentingan pendidikan, serta melakukan evaluasi berkala terhadap dampak komunitas belajar terhadap kualitas pembelajaran siswa.
Melalui langkah-langkah tersebut, kepemimpinan sekolah berbasis Professional Learning Community diharapkan dapat menjadi model transformasi kepemimpinan yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran di sekolah dasar, khususnya di wilayah Kota Mataram.






































![Ilustrasi: dosen killer. Dok. [Pexels./bi]](https://i0.wp.com/www.lpkpkntb.com/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-27-20-37-37-25_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122.jpg?resize=250%2C140&ssl=1)




































