TRADISI Serakalan Masih di Pertahankan, Rutinitas Remaja Masjid Al-Mujtahidin Monjok Mataram

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – NTB- Tradisi serakalan khususnya di pulau Lombok Nusa Tenggara Barat sudah tak asing lagi.

Sejatinya serakalan salah satu bagian dari kebudayaan masyarakat umumnya masyarakat Islam di Indonesia.

Kemudian, Kebudayaan ini masuk bersamaan dengan kedatangan Islam ke Indonesia.

Alhamdulillah di Kota Mataram bertepatan di Keluarahan monjok Selaparang, serakalan ini rutin dilaksanakan terutama para Remaja yang ada di Masjid Almujtahidin.

images 2
Pada awalnya Serakalan merupakan wujud ekspresi ta’dzim yang berhubungan dengan peristiwa kedatangan Rasulullah hijrah di Madinah.

Serakalan berisi syair-syair Pujian kepada Allah dan Rasul-Nya.

Dalam istilah lain, ritual ini dapat pula disebut dengan Marhabanan atau “debaan” (Maulid Ad-Diba’iy).

Kemudian, selain itu serakalan biasanya bentuk tradisi menghantar atau menyambut calon Jama’ah Haji.

Hikmah Srakalan  dilansir dari berbagai sumber, hikmah srakalan dapat ditemui pada hikmah shalawatan , karena pada hakikatnya srakalan adalah pengejawantahan dari shalawat kepada Baginda Nabi saw.

Pada bait pertama lembar awal Kitab Al-Barzanji termaktub kutipan :
ﺍﻟﺠﻨﺔ ﻭﻧﻌﻴﻤﻬﺎ ﺳﻌﺪ ﻟﻤﻦ ﻳﺼﻠّﻰ ﻭﻳﺴﻠّﻢ ﻭﻳﺒﺎﺭﻙ ﻋﻠﻴﻪ
” Surga dan segala nikmat yang ada di dalamnya merupakan pelipur bagi mereka yang gemar memanjatkan shalawat serta salam dan berkat kepada nabi Muhammad “.

Hal ini tidak berlebihan, mengingat dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzaab Ayat 56 disebutkan bahwa : “ Sesungguhnya Allah beserta para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi.

Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya ” (33:56)
Kalau Allah beserta para malaikat-Nya (saja) ber (seru) shalawat untuk Nabi, (apalagi kita yang mengaku sebagai umatnya, yang memang jelas-jelas diperintahkan)
Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya .

Betapa agung dan mulianya shalawat nabi, sehingga kita termasuk golongan orang-orang yang merugi dan dikatakan bakhil apabila disebut nama “Muhammad” sementara kita tidak bershalawat kepadanya.

Sebagaimana yang tertulis dalam dua buah hadits berikut :
Dari Abu Hurairah ra. Bahwasanya Rasulullah saw bersabda : “ Sungguh merugi seseorang yang disebutkan diriku disisinya namun tidak bershalawat atasku ” (HR. At-Tirmidzi, berkata al-Albani hasan shahih). Dari Husain ra. , dari Nabi saw bersabda : “ Orang bakhil adalah orang yang diriku disebut di sisinya namun tidak bershalawat kepadaku ” (HR. An-Nasai di shahihkan oleh Al-Albani) Bukan cuma itu, shalawat juga sebagai washilah (sarana) atas do’a yang kita panjatkan ke hadirat Allah swt.

Dari Aliz ia berkata, “ Setiap do’a terhalang, sehingga diucapkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad ” (Riwayat ath-Thabrani dan dishahihkan oleh al-Albani dengan hadits yang lain).
Faidah Shalawat atas Nabi Muhammad saw.

 

Al-Imam Ibnul Qayyim dalam kitab “ Jala’ul Afham” menyebutkan kurang lebih empat puluh faidah bershalawat atas Nabi saw, di antara yang dapat disebutkan di sini antara lain :

  1. Orang yang mengucapkan satu shalawat kepada Nabi saw. akan mendapatkan sepuluh shalawat dari Allah swt. Ia akan diangkat sebanyak sepuluh derajat, ditulis untuknya sepuluh kebaikan dan dihapuskan darinya sepuluh keburukan;
  2. Shalawat menjadi penyebab untuk mendapatkan syafa’at, dan diampuninya dosa-dosa;
  3. Shalawat merupakan sebab Allah memberikan kecukupan bagi kebutuhan seorang hamba;
  4. Shalawat disejajarkan dengan shadaqah kepada orang yang kesusahan, dan merupakan salah satu sebab terpenuhinya hajat;
  5. Dengan bershalawat kepada Nabi saw, maka Allah dan para malaikat juga akan bershalawat terhadapnya;
  6. Shalawat menjadi sebab terbebasnya seseorang dari huru-hara pada Hari Kiamat;
  7. Shalawat merupakan penyebab untuk keberkahan terhadap diri, amal dan umur orang yang mengucapkannya;
  8. Juga menjadikan penyebab untuk mendapatkan Rahmat dari Allah.
  9. Shalawat dapat menjadikan seseorang terus-menerus mencintai Rasulullah dan bahkan akan selalu bertambah cintanya;
  10. Ia akan menjadikan seorang hamba mendapatkan hidayah dan menghidupkan hati.

Apalagi mengamalkan  sholawat pada bulan rajab akan mendapatkan point plus, sebagaimana dawuh nabi saw yang berbunyi :
Pada malam Mi’raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu dan lebih harum dari minyak wangi, lalu saya bertanya pada Jibril a.s : ” Wahai Jibril untuk siapakah sungai ini? “.

Maka berkata Jibril a.s : ” Ya Muhammad sungai ini adalah untuk orang yang membaca shalawat untuk engkau di bulan Rajab ini “.

Wallahualam Bissawab. Abi/*.