Usai Nanik Mundur, Prabowo Langsung Tunjuk Sudaryono, Ada Pertimbangan Khusus?

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2026 07 23 09 52 23 37 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Pelantikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan dan akan menjalani pengobatan terkait penyakit jantung.

Baca:BREAKING NEWS | Kepala SPPG Kabupaten Bandung Ditemukan Tewas, Tinggalkan Surat Tulisan Tangan Berisi Permohonan Maaf

Pengangkatan Sudaryono dilakukan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78/P Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Dengan keputusan tersebut, Sudaryono dipercaya melanjutkan kepemimpinan BGN untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di hadapan Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih. Dalam kesempatan itu, Sudaryono mengucapkan sumpah jabatan dan berkomitmen menjalankan amanah sesuai konstitusi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga menyatakan kesiapannya untuk bekerja penuh tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai Kepala BGN. Setelah pengucapan sumpah jabatan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan yang kemudian disaksikan langsung oleh Presiden dan para pejabat negara yang hadir.

Penunjukan Sudaryono bukan tanpa alasan. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo mempertimbangkan pengalaman dan keterlibatan Sudaryono dalam perumusan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang saat ini menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

Menurut Prasetyo, sejak awal Sudaryono telah mengikuti berbagai pembahasan terkait konsep dan implementasi program MBG. Bahkan ketika masih menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian, ia terlibat dalam sejumlah diskusi mengenai penyediaan kebutuhan pangan yang menjadi bagian penting dari keberhasilan program tersebut.

Pengalaman di sektor pertanian juga dinilai menjadi nilai tambah. Sebab, keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan kepada penerima manfaat, tetapi juga membutuhkan dukungan rantai pasok pangan yang kuat dan berkelanjutan.

Pemerintah berharap kepemimpinan baru di BGN dapat memperkuat pelaksanaan program-program peningkatan gizi masyarakat, khususnya bagi anak-anak dan kelompok rentan. Program MBG sendiri menjadi salah satu agenda strategis pemerintah untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang sehat dan berkualitas.

Sementara itu, Nanik S. Deyang yang sebelumnya memimpin BGN menyampaikan pengunduran dirinya karena harus fokus menjalani pengobatan. Meski tidak lagi menjabat sebagai Kepala BGN, ia dikabarkan tetap akan memberikan kontribusi dan dukungan terhadap program-program yang telah dirintis lembaga tersebut.

Dengan dilantiknya Sudaryono, publik kini menantikan langkah-langkah yang akan diambil dalam memperkuat Badan Gizi Nasional. Tantangan ke depan tidak ringan, mengingat BGN memegang peran penting dalam memastikan keberhasilan program peningkatan gizi nasional yang menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.