lpkpkntb.com – Pemerintah Daerah Lombok Timur memperoleh bantuan dana World Bank (Bank Dunia) senilai Rp. ±150 milyar untuk membangun Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) untuk masyarakat yang ada di wilayah Lombok Timur Bagian Selatan. Hingga saat ini masih terjadi pro kontra terutama masyarakat yang berada di wilayah utara yang menjadi sumber mata air tersebut, sebagian masyarakat masih agak berat kalua jatah air mereka dilairkan sebagian ke wilayah selatan.
Untuk memastikan proyek tersebut berjalan lancar, Bupati Lombok Timur HM.Sukiman Azmi turun langsung ke SMKN 1 Kotaraja untuk mengecek lahan yang akan dijadikan lokasi Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Dia langsung meninjau tapal batas yang akan digunakan untuk IPA yang berada di sawah sebelah selatan SMKN 1 Kotaraja. Sawah yang selama ini dikelola oleh SMKN 1 Kotaraja akan di manfaatkan untuk IPA dengan ukuran 60 x 95 meter atau 57 are.
Pada kesempatan tersebut, Bupati bertemu langsung dengan pihak SMKN 1 Kotaraja yang diwakili oleh Ahmad Apandi selaku Wakil Kepala Sekolah. Pihak sekolah menyerahkan masalah lahan tersebut kepada Pemprov. NTB yang menaungi SMK. “Masalah lahan yang ada di SMK ini akan dijadikan lokasi IPA itu urusan antara Pemda Lotim dan Pemprov.NTB, kami hanya punya hak pakai saja”. Ucap Ahmad Apandi.
Dia menambahkan “SMKN 1 Kotaraja yang memiliki core Agroteknologi seperti pertanian dan peternakan tentu harus didukung oleh sarana dan fasilitas lainnya untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran, terutama praktik siswa khususnya Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Holtikultura (ATPH).
Dengan diambilnya lahan tersebut akan berdampak pada proses belajar siswa dan keuntungan dari sisi ekonomi. “Selama ini lahan tersebut merupakan lahan yang sangat produktif (tanah kelas 1) sehingga hasil panennya juga cukup banyak dan bisa 3 kali tanam padi dalam 1 tahun. Tapi selama ini sistemnya 2 kali tanam padi dan 1 kali palawija” pungkasnya.
Dari areal yang akan digunakan IPA tersebut dapat menghasilkan gabah 4 ton sekali panen dan hasil palawija yang cukup besar juga apalagi kalau harga lagi naik. “Setiap panen kita membagikan bapak/ibu guru dan staf tata usaha berupa beras hasil sawah tersebut. Terlebih menjelang lebaran seperti saat ini bapak/Ibu warga sekolah berharap akan dapat THR dari hasil sawah” tutupnya.

