Sosok Pemenang Sayembara Pembuatan logo IKN ‘Pohon Hayat’ Hadiah uang tunai sebesar Rp185 juta

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Inilah Sosok Aulia Akbar tengah menjadi sorotan usai ia berhasil memenangkan sayembara pembuatan logo IKN ‘Pohon Hayat’.

Presiden Jokowi telah meresmikan logo baru IKN ini pada Selasa (30/5/2023) kemarin.

Desain logo IKN ‘Pohon Hayat’ karya Aulia Akbar berhasil terpilih melalui vote terbuka yang diikuti sebanyak 500.000 pemilih.

Terpilihnya desain logo IKN karya Aulia Akbar ini pun membuat desainer muda yang satu ini berhak mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp185 juta.

Lantas, seperti apa sosok Aulia Akbar? seperti yang dilansir laman IDXChannel mengulas profil singkatnya sebagai berikut.

Profil Aulia Akbar

Dilansir dari laman Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI), Aulia Akbar merupakan desainer grafis asal Bandung, Jawa Barat. Pria berusia 31 tahun ini memfokuskan keahliannya pada desain brand identity dengan metode Human Brand Model yang dikembangkan oleh POT Branding House.

Lewat karya-karyanya, Aulia Akbar berkomitmen memahami dampak sosial budaya dari desainnya yang bisa dimanfaatkan baik untuk proyek komersial maupun sosial. Aulia juga meyakini bahwa bahwa desain grafis dapat memainkan peran penting dalam kehidupan manusia karena membentuk budaya dan mempengaruhi masa depan.

Aulia Akbar merupakan co-founder sekaligus Art Director di POT Branding House, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif. Perusahaan ini membantu kliennya dalam mengembangkan merek dengan metode branding concept, visual identity, design digital marketing, serta brand application.

Selain itu, ia juga menjadi konsultan branding di Bandung serta dosen luar biasa di Institut Teknologi Nasional (ITENAS) Bandung  dalam proyek desain pengajaran departemen DKV dan kursus desain identitas. Aulia Akbar juga diketahui terlibat aktif dalam pengelolaan forum BDF dan ADGI untuk para desainer grafis muda di Bandung Chapter.

Selain mengajar di ITENAS, Aulia juga aktif mengajar secara daring di Platform kursus online untuk bidang kreatif dan startup yakni Pixel Ninja.

Desain logo IKN ‘Pohon Hayat’ karya Aulia Akbar terpilih oleh dari 500.000 voters berdasarkan sayembara yang dilakukan secara daring. Aulia mengungkapkan bahwa logo resmi IKN ini dibuatnya karena terinspirasi akan budaya Indonesia sendiri.

Screenshot 2023 06 02 02 21 34 21 43ea7d6aec77f82d8c82a31544326fe22
Profil Aulia Akbar, Pemenang Sayembara Logo IKN Dapat Hadiah Rp185 Juta. (Foto: MNC Media)

Penetapan logo IKN terpilih ini disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo dalam agenda peluncuran Logo Nusantara yang berlangsung di Istana Negara pada Selasa, (30/5/2023).

Menurut Presiden Joko Widodo, Logo ‘Pohon Hayat’ memiliki filosofi yang sejalan dengan semangat pembangunan IKN yakni menumbuhkan rasa bangga dengan jati diri bangsa sebagai negara besar, bangsa yang besar, majemuk, dan mengunggah kesadaran menjaga alam dan juga lingkungan beserta ekosistemnya.

Filosofi Logo IKN Nusantara: Pohon Hayat itu Nyata 

Pohon hayat, atau pohon kehidupan, atau the tree of life, adalah pohon yang betulan ada. Dalam literatur fantasi populer dan media populer, the tree of life kerap dijadikan salah satu elemen yang menjadi sentral cerita.

Pilihan nama ‘The Tree of Life’ yang disematkan pada pohon Prosopis Cineraria ini bukannya tanpa alasan. Pohon ini tumbuh di Bahrain lebih dari 400 tahun yang lalu, tingginya mencapai 9,75 meter.

Pada Oktober 2010, tim arkeologis menemukan tembikar dan artefak berusia 500 tahun di dekat pohon tersebut. Analisa dari tanah dan artefak pada 1990 menyimpulkan bahwa pohon ini ditanam pada tahun 1582.

Pohon yang juga dikenal sebagai Shajarat al-Hayat ini merupakan satu-satunya pohon besar di area gurun tersebut, sehingga menjadi atraksi wisatawan mancanegara. Dalam setahun, setidaknya ada 65.000 orang berkunjung ke gurun itu hanya untuk melihat pohon legendaris tersebut.

Orang banyak bertanya-tanya bagaimana pohon ini bisa bertahan hidup hingga ratusan tahun dengan curah hujan yang sangat minim. Banyak yang menduga akar yang tertanam sedalam 50 meter memungkinkannya untuk mendapatkan suplai air tanah yang cukup.

Ada juga yang berpendapat bahwa pohon ini ‘belajar’ mengekstraksi kelembaban dari butiran pasir untuk bertahan hidup. Namun tak sedikit yang beranggapan bahwa pohon ini dulunya adalah garden of eden, alias surga.

Pohon hayat tak hanya menjadi atraksi wisata. Resin yang dihasilkannya digunakan warga lokal untuk membuat lilin, wewangian, dan karet, sementara bijinya diolah menjadi makanan, selai, dan wine.

Itulah pohon hayat yang menjadi filosofi logo IKN Nusantara. Tak mengherankan bila Akbar Aulia memilih pohon ini sebagai simbol kehidupan dan keberagaman masyarakat Indonesia.

Hal yang menarik sekaligus menakjubkan dari pohon ini adalah lokasi pohon ini bertumbuh, yakni sebuah gurun pasir yang kering, dua kilometer dari Jabal Dukhan, titik tertinggi di Bahrain.

Seperti yang diketahui, wilayah gurun adalah area dengan curah hujan yang sangat minim dalam setahun.(**).