lpkpkntb.com – Taukah kenapa orang tua kita dulu selalu menyarankan kala waktu magrib tiba, maka segera tutup pintu maupun jendela, yuk! kita bahas maksud dari orang tua kita.
Hal tersebut ternyata memang disunahkan dalam Islam dengan berbagai alasan. Dalam buku yang berjudul Hadiah Indah Penjelasan Tentang Sunah-Sunah Sehari-Hari yang ditulis oleh Abdullah Hamud al-Furaih, dalam buku tersebut dijelaskan hikmah dan anjuran menutup pintu dan meminta anak-anak supaya segera masuk kedalam rumah ketika petang hari menjelang maghrib. Alasan pertama, hal ini ditujukan untuk menjaga kita dari setan dan jin.
Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا ، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ
“Jika malam datang menjelang, atau kalian berada di sore hari, maka tahanlah anak-anak kalian, karena sesungguhnya ketika itu setan sedang bertebaran.
Jika telah berlalu sesaat dari waktu malam, maka lepaskan mereka. Tutuplah pintu dan berzikirlah kepada Allah, karena sesungguhnya setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup.
Tutup pula wadah minuman dan makanan kalian dan berzikirlah kepada Allah, walaupun dengan sekedar meletakkan sesuatu di atasnya, matikanlah lampu-lampu kalian.”
(Hadits Shahih Riwayat Bukhari, no. 3280, Muslim, no. 2012).
Setelah melakukan sholat Maghrib dikutip dalam islam.nu.or.id rangkaian dzikir dan wirid yang perlu dibaca adalah:
– Membaca surat Al-Fatihah
– Membaca Surat Al-Ikhlas
– Membaca surat Al-Falaq
– Membaca surat An-Nas
– Membaca ayat kursi
– Membaca tasbih sebanyak 33 kali
– Membaca istighfar 3 kali
– Membaca tahmid sebanyak 33 kali
– Membaca shalawat
Dari susunan wirid yang di ancurkan di atas sebagian besar dikutip dari Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 11-12. Rangkaian wirid ini dibaca sesudah salam sembahyang Maghrib dan Subuh. semoga bermanfaat. (Abi).

