INFORMASI PENTING! PBB Sebutkan Gaza Mau Kiamat Allahuakbar!!

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Kementerian Kesehatan Palestina dalam pembaruan pada Sabtu mengumumkan bahwa setidaknya 2.215 warga Palestina terbunuh di Gaza akibat serangan balasan Israel, termasuk di antaranya 724 anak.

Sebuah rumah sakit di Gaza terpaksa menggunakan truk es krim dari pabrik lokal sebagai kamar mayat darurat untuk melengkapi kamar mayat rumah sakit yang penuh sesak.

Yasser Khatab, ahli patologi forensik di Rumah Sakit Martir al-Aqsa, mengatakan dalam pesan video yang dikirim ke CNN pada Sabtu bahwa rumah sakit di Deir al-Balah tidak lagi mampu menampung meningkatnya jumlah korban meninggal.

Ketika ditanya CNN apakah perintah evakuasi mengindikasikan akan adanya serangan darat, juru bicara IDF lainnya Letkol Jonathan Conricus mengungkapkan bahwa IDF akan menilai situasi di lapangan dan melihat berapa banyak warga sipil yang tersisa di daerah tersebut.

images 12
Warga Palestina mengungsi setelah Israel menggempur Masjid Sousi di Kota Gaza, 9 Oktober 2023.

“Setelah kami melihat bahwa situasinya memungkinkan untuk terjadinya serangan darat yang signifikan maka operasi akan dimulai,” tutur Conricus.

IDF mengatakan pula pada Sabtu bahwa jet-jet tempurnya telah menyerang markas operasional yang digunakan militan Hamas dan berhasil menewaskan kepala Sistem Udara Hamas di Kota Gaza. Menurut IDF, petinggi Hamas yang tewas itu sebagian besar bertanggung jawab mengarahkan selama serangan Sabtu 7 Oktober terhadap Israel.

Gaza berada di bawah blokade darat, laut dan udara yang diberlakukan oleh Israel sejak tahun 2007, dengan lebih dari separuh penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan bahkan sebelum konflik terbaru terjadi. Sekarang hanya ada satu koridor tersisa bagi warga Palestina untuk mengungsi atau masuknya bantuan, yaitu perlintasan Arafah yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Belum jelas apakah koridor tersebut dapat beroperasi.

 

Sementara waktu terus berjalan, Program Pangan Dunia (FAO) menyebutkan pihaknya telah mendistribusikan makanan kepada 135.000 orang di tempat penampungan di Gaza pada Jumat, namun mereka memperingatkan bahwa persediaan bantuan kemanusiaan semakin menipis.

OCHA pun mengingatkan bahwa kebanyakan orang sekarang tidak memiliki akses terhadap air di wilayah tersebut.

“Sebagai upaya terakhir, masyarakat mengonsumsi air payau dari sumur pertanian, sehingga memicu kekhawatiran serius mengenai penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air,” ungkap kepala badan PBB itu.

Lebih dari 1,6 juta orang di Gaza sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Anak-anak, Wanita hamil dan orang lanjut usia menjadi kelompok paling rentan,” seperti dikutip dari Channel News Asia, pada cnbcindonesia Senin (30/10).

Mereka menyebut bahwa kondisi di Gaza semakin buruk karena gempuran Israel. Lima organisasi ini meminta agar dunia bahu membahu menolong Gaza.

“Gaza berada dalam situasi kemanusiaan yang menyedihkan sebelum terjadinya permusuhan terbaru. Sekarang ini merupakan bencana besar. Dunia harus berbuat lebih banyak,” sebutnya.

Lima organisasi di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) satu suara soal kondisi di Jalur Gaza. Mereka menyebut bahwa kondisi di Jalur Gaza saat ini sebagai ‘bencana besar’.
Lima organisasi yang menyatakan hal tersebut adalah WHO; UNICEF; WFP; UNDP; dan UNFPA.

Perang di Jalur Gaza bermula ketika Hamas-kelompok pejuang untuk kemerdekaan Palestina-melancarkan serangan ke Israel melalui darat, laut dan udara pada 7 Oktober 2023. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menculik 200 orang.

Israel kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan serangan udara ke Gaza. Sejak itu, daerah kantong Palestina yang dikuasai Hamas tersebut menjadi sasaran pemboman udara selama berhari-hari.

Badan-badan hak asasi manusia mengecam krisis kemanusiaan yang semakin parah di Gaza. Apalagi blokade diberlakukan Israel ke warga sipil di mana makanan, air dan listrik hampir habis.

Pada Selasa pekan lalu, rumah sakit Al-Ahli di Kota Gaza dibom, menewaskan ratusan orang dan memicu protes di Timur Tengah dan sekitarnya. Rumah sakit tersebut berfungsi sebagai tempat berlindung bagi mereka yang mencari perlindungan dari serangan udara Israel.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Palestina pada Minggu mengatakan jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai sedikitnya 4.651 orang sementara 14.254 orang lainnya terluka. Kementerian juga mengatakan 93 warga Palestina pun tewas dalam kekerasan dan serangan Israel di wilayah Palestina lain, Tepi Barat. (*).