Bitcoin Anjlok? Bos Indodax Bongkar Nasib BTC di Tengah Ancaman Suku Bunga Global

Avatar of lpkpkntb
Bitcoin Anjlok! Bos Indodax Bongkar Nasib BTC di Tengah Ancaman Suku Bunga Global
Vice President Indodax, Antony Kusuma. Photo: Istimewa.

JAKARTA — Bitcoin Anjlok? Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan setelah rilis notulensi rapat terbaru Federal Reserve memicu kekhawatiran pasar terkait arah kebijakan suku bunga. Namun, manajemen Indodax menilai koreksi tersebut masih dalam fase wajar dan menjadi bagian dari konsolidasi pasar.

Berdasarkan data perdagangan Kamis (19/2/2026), Bitcoin terkoreksi sekitar 1,25% ke level US$ 66.450 atau sekitar Rp 1,11 miliar. Penurunan ekspektasi pelonggaran suku bunga global turut mendorong sentimen pasar kripto turun ke level Extreme Fear.

Kebijakan The Fed Tekan Pasar Kripto

Notulensi rapat Federal Open Market Committee (FOMC) menunjukkan mayoritas pejabat bank sentral AS sepakat mempertahankan suku bunga saat ini. Namun, perbedaan pandangan mengenai kebijakan selanjutnya memicu reaksi negatif di pasar.

Sejumlah 14 Menteri Ekonomi RI Ramai-Ramai Mengundurkan Diri, Ini Catatan nya!

Sebagian pejabat membuka peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi, sementara pihak lain mempertimbangkan pemangkasan apabila tekanan harga mereda. Ketidakpastian ini memperkuat kebijakan higher for longer, yang berdampak pada likuiditas global.

Bitcoin

Penguatan indeks dolar AS ke level 97,7 turut menekan aset berisiko, termasuk kripto. Kondisi tersebut memicu aksi jual dan menurunkan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Data dari CME Group melalui FedWatch Tool menunjukkan probabilitas pemangkasan suku bunga minimal 25 basis poin sebelum Juni kini berada di bawah 50%, menandakan sikap pasar yang semakin pesimistis.

Indodax: Koreksi Masih Wajar, Fondasi Bitcoin Tetap Kuat

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menilai koreksi harga Bitcoin saat ini merupakan reaksi pasar yang normal dan bersifat sementara.

Menurutnya, investor global tengah menyesuaikan ekspektasi terhadap waktu pemangkasan suku bunga AS. Ia menegaskan pergerakan Bitcoin masih berada dalam rentang konsolidasi yang sehat.

Antony menyebut level US$ 64.000 sebagai area support kuat. Secara historis, fase konsolidasi seperti ini justru sering menjadi dasar penguatan harga di masa mendatang.

Pengaruh Kebijakan Bank Indonesia

Selain faktor global, Antony juga menyoroti peran kebijakan moneter domestik. Ia menilai keputusan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia, yang berada pada kisaran 4,75%–5,5%, akan memengaruhi likuiditas investor dalam negeri.

*Gerakkan Ekonomi Lokal, Bupati Dukung Kehadiran Pelaku Usaha di Puncak Bukit Masamba*

Stabilitas nilai tukar rupiah dinilai memberi kepastian bagi perekonomian domestik di tengah dinamika suku bunga dan ketegangan geopolitik global. Dalam kondisi tersebut, Bitcoin dipandang tetap memiliki fungsi sebagai aset lindung nilai (hedging) jangka panjang.

Imbauan untuk Investor Kripto

Indodax mengimbau investor agar tetap rasional menghadapi volatilitas pasar. Platform tersebut mendorong investor melakukan riset mandiri (Do Your Own Research) serta menerapkan manajemen risiko yang ketat.

Di tengah tekanan makroekonomi global, strategi investasi bertahap seperti Dollar Cost Averaging (DCA) dinilai sebagai pilihan bijak untuk memitigasi risiko fluktuasi harga.

Secara keseluruhan, meski pasar kripto sedang mengalami tekanan akibat ketidakpastian kebijakan moneter global, pelaku industri menilai kondisi ini masih menjadi bagian dari siklus pasar yang normal dan berpotensi membuka peluang investasi jangka panjang.