lpkpkntb.com – Stroke adalah kondisi yang terjadi ketika pasokan darah ke otak mengalami gangguan atau berkurang akibat penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Tanpa pasokan darah, otak tidak akan mendapatkan asupan oksigen dan nutrisi, sehingga sel-sel pada sebagian area otak akan mati.
BACA: CATAT!! 8 Gejala Maag Akut yang Bisa Menyerang Siapa Saja
Kondisi ini menyebabkan bagian tubuh yang dikendalikan oleh area otak yang rusak tidak dapat berfungsi dengan baik.
Adanya gejala stroke ringan kerap tidak segera disadari hingga sebagian besar kasusnya gagal mencari pengobatan dengan tepat waktu.
Sebuah studi di Inggris yang mewawancarai 1.000 pasien stroke ringan menunjukkan, 70 persen pasien tidak memahami penyebab gejala yang dialami dan kurang dari setengahnya mencari pertolongan medis dalam waktu tiga jam setelah gejala pertama muncul.
Penting diketahui bahwa gejala stroke ringan sama dengan stroke, tetapi mungkin hanya berlangsung selama beberapa menit.
Gejala stroke ringan
Dilansir dari WebMD, berikut adalah gejala stroke ringan yang penting dikenali agar tidak terlambat dalam mencari pertolongan pertama:
• Mati rasa atau tiba-tiba kelemahan di wajah, lengan, atau kaki, terutama di salah satu sisi tubuh
• Tiba-tiba sulit berbicara
• Kebingungan
• Masalah penglihatan mendadak pada satu atau kedua mata
• Pusing, kehilangan keseimbangan, atau sulit berjalan
•Sakit kepala yang parah tanpa penyebab yang jelas
Faktor Risiko Penyakit Stroke
Ada tiga faktor yang meningkatkan risiko seseorang mengalami stroke, yaitu faktor kesehatan, gaya hidup, dan faktor lainnya. Selain stroke, berbagai faktor tersebut juga berisiko meningkatkan risiko serangan jantung.
Adapun yang termasuk dalam faktor risiko kesehatan, di antaranya:
- Hipertensi.
- Diabetes.
- Kolesterol tinggi.
- Obesitas.
- Penyakit jantung, seperti gagal jantung, penyakit jantung bawaan, infeksi jantung, atau aritmia.
- Sleep apnea.
- Pernah mengalami transient ischemic attack TIA atau serangan jantung sebelumnya.
Sedangkan yang termasuk dalam faktor risiko gaya hidup, yaitu:
- Merokok.
- Kurang olahraga atau aktivitas fisik.
- Konsumsi obat-obatan terlarang.
- Kecanduan alkohol.
Cara mengatasi gejala stroke ringan
Stroke ringan tidak menyebabkan kerusakan atau kecacatan jaringan otak yang berlangsung lama, namun bisa menjadi peringatan dini dari stroke.
Cara mengatasi gejala stroke ringan dapat dengan konsumsi obat-obatan, prosedur medis, dan perubahan gaya hidup.
Dilansir dari Healthline, untuk prosedur medis yang umum dilakukan untuk mengatasi gejala stroke ringan adalah intervensi karotis invasif minimal dan operasi.
*Perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan untuk mengatasi atau mencegah stroke ringan di antaranya adalah:*
• Berolahraga
• Perbanyak makan buah dan sayur
• Mengurangi asupan makanan yang digoreng atau makanan manis
• Tidur yang cukup
• Mengelola stres Meningkatkan kontrol terhadap kondisi medis seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi.
