Depok,– Dalam peringatan Hari Santri Nasional 2024, karya ulama besar asal Lombok Tengah, TGH Lalu Muhammad Faisal, diluncurkan dalam acara Gelaran Budaya yang berlangsung di Al Azhari Tribune, Depok, Jawa Barat. Acara ini mempersembahkan Shalawat dan Do’a Nahdliyin karya TGH Lalu Muhammad Faisal, yang diaransemen oleh Na’am Grupo di bawah arahan Ust. Munir, Ketua Lembaga Seniman dan Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) PCNU Depok.
Pada momen ini, TGH Lalu Habiburrahman, sebagai perwakilan keluarga Datok Faisal, menyerahkan syair doa tersebut kepada warga Nahdliyin melalui PCNU Depok. Dalam sambutannya, TGH Habiburrahman mengingatkan pentingnya menghafal doa ini, yang pernah pertama kali dilantunkan pada Muktamar NU ke-27 di Situbondo tahun 1984, dan dianjurkan oleh KH Ali Maksum, Rais Aam PBNU 1981-1984, sebagai bagian dari doa yang perlu dijaga oleh warga Nahdliyin.
Acara ini tidak hanya merayakan Hari Santri, tetapi juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menyebarkan syair doa yang dapat memperkuat perjuangan warga Nahdliyin. Achmad Solechan, Ketua PCNU Depok, menyatakan bahwa ikhtiar batin ini diharapkan mampu mempersatukan langkah perjuangan NU dengan energi positif dari karya doa ini.

Karya yang diiringi alat musik seperti Oud, gitar, bass, keyboard, dan darbuka ini diharapkan membawa kesan estetika yang mempermudah masyarakat menghafal, melantun, dan mengamalkan setiap bait doanya. Ust. Munir menambahkan bahwa nuansa musikal ini merupakan bentuk pengabdiannya sebagai seniman Nahdliyin untuk mengajak warga Nahdliyin berdoa dengan perasaan cinta dan kebahagiaan, berkomunikasi dengan Allah SWT melalui keindahan dan harmoni.
Syair Shalawat Do’a Nahdliyin ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat dan menjadi amalan bagi warga Nahdliyin di seluruh dunia, membawa semangat positif dalam pergerakan NU di setiap daerah.