Lombok, – Cinta dan kerinduan adalah dua hal yang tak bisa dipisahkan, terutama bagi remaja yang sedang menapaki masa penuh emosi dan penemuan diri. Dalam kesunyian malam, ketika dunia terasa sepi, rasa rindu kerap datang tanpa diundang, meninggalkan luka sekaligus harapan.
Seorang remaja penyuka sastra berhasil merangkai perasaannya dalam sebuah puisi berjudul “Masih Menunggumu” yang menyentuh hati banyak orang:
Aku menunggumu di ujung senja,
tapi langkahmu tak juga kembali.
Aku menyebut namamu dalam doa,
meski tak ada kabar yang menghampiri.Rindu ini bukan sekadar kata,
tapi perasaan yang diam-diam luka.
Jika kau bertanya apa kabarku,
jawabannya selalu sama:
masih menunggumu.
Puisi ini merefleksikan pergulatan batin seorang yang sedang menanti cinta yang entah kapan kembali. Tidak hanya sekadar kata, rindu yang diungkapkan adalah luka yang tersimpan rapat dalam hati.
Terkait:100 Populer Kumpulan Kata Kekecewaan, Rasa Sedih dan Cinta Amat Mendalam
Bagi banyak remaja, cinta pertama sering kali menjadi momen berkesan yang sulit dilupakan. Meski jarak dan waktu memisahkan, kenangan manis dan rasa rindu kerap mengiringi perjalanan mereka. Puisi seperti “Masih Menunggumu” menjadi cara mereka mengekspresikan perasaan yang kadang sulit dilontarkan secara langsung.
Menurut psikolog remaja, Dr. Ayu Safitri, “Ekspresi lewat puisi atau tulisan sangat penting bagi remaja untuk memahami dan mengelola emosi mereka. Rindu dan cinta adalah bagian alami dari perkembangan emosional yang membantu mereka belajar tentang hubungan dan diri sendiri.”
Tidak hanya menjadi ungkapan pribadi, puisi juga sering menjadi jembatan komunikasi dalam komunitas remaja, baik di sekolah, komunitas sastra, maupun media sosial. Dalam era digital, banyak remaja yang menemukan dukungan emosional melalui karya sastra yang mereka bagikan dan baca bersama.
Bagi kamu yang sedang merindukan seseorang, ketahuilah bahwa kamu tidak sendiri. Rindu memang terkadang sakit, tetapi itu juga tanda bahwa hati kita mampu mencintai dengan tulus.
Apakah kamu juga sedang merindukan seseorang yang tak lagi di sampingmu?
Bagikan cerita atau puisi kamu di kolom komentar dan biarkan suara hatimu didengar.
Penulis: Hasbi
