Daftar Lengkap 65 Penumpang dan ABK KM Tunu Pratama Jaya yang Tenggelam di Selat Bali

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2025 07 03 15 37 56 61 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122
Ilustrasi kapal tenggelam. (DOK.youtube)

Sebuah insiden laut serius terjadi pada Rabu malam, 2 Juli 2025, sekitar pukul 23.15 WIB. Kapal Motor (KM) Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam saat sedang berlayar dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, di perairan Selat Bali.

Kronologi Kejadian

  • Pukul 22.28 WIB, KM Tunu Pratama Jaya melakukan aktivitas bongkar muat di Pelabuhan LCM Banyuwangi.

  • Pukul 22.56 WIB, kapal mulai berlayar menuju Gilimanuk dengan muatan:

    • Jumlah kendaraan: 22 unit (berbagai jenis dari Golongan II hingga VII)

    • Jumlah penumpang: 53 orang

    • Jumlah awak kapal (ABK): 12 orang

  • Pukul 23.15–23.20 WIB, kapal mengalami hilang kontak dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) di perairan Selat Bali.

Kondisi cuaca saat kejadian turut menjadi faktor penting, dengan arus laut mencapai kecepatan 2 meter/detik, gelombang setinggi 2,5 meter, dan kecepatan angin 9 knot pada pukul 23.13 WIB.

Data Penumpang dan ABK

Dari manifest resmi, terdaftar 53 penumpang dan 12 kru kapal. Nama-nama lengkap beserta alamat penumpang dan ABK telah didokumentasikan secara resmi (daftar lengkap terlampir).

Upaya Tanggap Darurat

Segera setelah insiden dilaporkan, dilakukan rapat koordinasi darurat di Ruang Monitoring ASDP Ketapang, dihadiri oleh:

  • Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H.

  • Danlanal Banyuwangi Letkol Laut (P) Muhammad Puji Santoso, M.Sc.

  • Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K.

  • Sejumlah pejabat Polresta, KSOP, Basarnas, dan BKK Kelas I Probolinggo.

Hasil Keputusan Rapat:

  1. Monitoring Room ASDP Ketapang ditetapkan sebagai Posko Rescue utama.

  2. Pantai Boom dan Banyuwangi Beach dijadikan rescue point.

  3. Dikerahkan 9 kapal gabungan dari KSOP, TNI AL (KRI), POLAIR, Basarnas, dan KM lainnya untuk mendukung pencarian dan evakuasi.

Korban Selamat

Hingga siang ini (3 Juli 2025), empat orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat setelah menggunakan sekoci:

  1. Sandi Warlawan (Kru Kapal)

  2. Romi Alfa Hidayat (Penumpang/Nelayan)

  3. Mansun (Penumpang)

  4. Saroji (Penumpang)

Keempat korban kini berada di Pelabuhan Gilimanuk untuk mendapatkan penanganan medis dan psikologis.

Langkah Lanjutan

Berbagai langkah telah dan sedang diambil oleh tim gabungan:

  • Koordinasi dengan GAPASDAP dan BPBD Banyuwangi-Bali untuk memperluas jangkauan evakuasi.

  • Pendalaman data dan manifest melalui Kesyahbandaran.

  • Pembentukan Posko Gabungan Instansi di ASDP Ketapang.

  • Penetapan titik evakuasi di Banyuwangi Beach, Pantai Boom Marina Bay, Pelabuhan Tanjungwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk.

  • Pendirian Pos Pengaduan Keluarga Korban di ruang tunggu ASDP Ketapang.

Proses pencarian dan evakuasi masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Basarnas, dan relawan dari berbagai elemen masyarakat. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan mengikuti perkembangan resmi dari pihak berwenang.

Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara berkala.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Untuk rilis lengkap nama penumpang dan kru, dapat diakses melalui posko resmi ASDP Ketapang atau melalui kanal informasi BASARNAS