MATARAM – Hujan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan status SIAGA cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa lalu tanggal 21 Januari 2026. Peringatan ini berlaku mulai pukul 01:20 WITA hingga sekitar tiga jam ke depan, mencakup Kabupaten Lombok Barat (LOBAR), Kabupaten Lombok Tengah (LOTENG), dan Kota Mataram namun hal ini media memantau hujan lebat di sertai petir masih terjadi terutama di sekitaran Kota Mataram.
Baca:Beberapa Hari Pencarian! Video Penemuan Korban ATR, Fakta Mengejutkan Terungkap di Tengah Hutan
Sebelumnya Peringatan dini tersebut dirilis melalui sistem nowcasting BMKG, yang memantau kondisi atmosfer secara real-time. BMKG mendeteksi potensi hujan lebat hingga sangat lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang yang berpotensi terjadi dalam waktu singkat dan bersifat mendadak.
Peringatan Sebelumnya
BMKG menegaskan bahwa peringatan ini bersifat jangka sangat pendek, namun memiliki potensi dampak yang serius. Cuaca ekstrem diperkirakan berlangsung dari 01:20 WITA hingga sekitar 04:20 WITA, periode yang kerap luput dari perhatian masyarakat karena terjadi pada dini hari.
Hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat berisiko memicu banjir lokal, genangan air, hingga gangguan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah perkotaan dan daerah dengan sistem drainase terbatas.
Wilayah Terdampak Cuaca Ekstrem di NTB
BMKG merinci beberapa wilayah yang masuk dalam status SIAGA cuaca ekstrem di NTB, khususnya Pulau Lombok bagian barat dan tengah.
Baca:Hujan dan Luka di Sudut Jiwa
Kabupaten Lombok Barat (LOBAR)
Wilayah Lombok Barat berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang. Kecamatan yang perlu meningkatkan kewaspadaan antara lain:
-
Gerung
-
Kediri
-
Labuapi
-
Lembar
-
Kuripan
-
Sekotong
Daerah yang berada di sekitar aliran sungai dan dataran rendah diimbau lebih waspada terhadap kemungkinan luapan air dan genangan.
Kabupaten Lombok Tengah (LOTENG)
Di Lombok Tengah, BMKG memprediksi potensi hujan lebat di sejumlah kecamatan, di antaranya:
-
Praya dan sekitarnya
-
Jonggat
-
Praya Barat
-
Praya Timur
-
Praya Tengah
-
Praya Barat Daya
-
Kopang
-
Janapria
-
Pujut
Cuaca ekstrem berpotensi mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas, terutama pada dini hari saat jarak pandang terbatas.
Kota Mataram
Sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi, Kota Mataram juga masuk dalam peringatan SIAGA. Hujan lebat berpotensi menyebabkan genangan air di permukiman dan jalan utama, serta meningkatkan risiko kemacetan dan gangguan aktivitas warga.
Penyebab Cuaca Ekstrem di NTB Menurut BMKG
BMKG menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di NTB dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer.
Musim Hujan Memasuki Puncak
Saat ini NTB berada pada fase puncak musim hujan, sehingga suplai uap air di atmosfer sangat melimpah dan mendukung pembentukan awan hujan intens.
Gangguan Dinamika Atmosfer
Selain faktor musiman, terdapat gangguan dinamika atmosfer yang memicu pertumbuhan awan konvektif secara cepat. Kondisi ini menyebabkan hujan lebat dapat turun secara mendadak dengan intensitas tinggi.
BMKG menegaskan bahwa hujan yang terjadi dalam kondisi ini bukan hujan biasa, melainkan hujan yang berpotensi ekstrem dalam waktu singkat.
Dampak yang Berpotensi Terjadi
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai berbagai dampak cuaca ekstrem, antara lain:
-
Banjir dan genangan air
-
Tanah longsor di daerah perbukitan
-
Pohon tumbang akibat angin kencang
-
Gangguan listrik dan jaringan komunikasi
-
Risiko kecelakaan karena jalan licin dan jarak pandang terbatas
Wilayah yang memiliki riwayat banjir dan longsor diminta meningkatkan kesiapsiagaan.
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG mengimbau warga di wilayah terdampak untuk:
-
Mengurangi aktivitas di luar rumah saat hujan lebat
-
Menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho
-
Mengamankan barang yang berpotensi terbawa angin
-
Memantau informasi cuaca terbaru melalui kanal resmi BMKG
Peringatan SIAGA cuaca ekstrem BMKG menjadi peringatan bagi masyarakat Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram. Cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi berpotensi menimbulkan dampak signifikan jika tidak diantisipasi dengan baik.
Masyarakat diimbau tetap waspada, mengikuti informasi resmi BMKG, dan mengutamakan keselamatan selama cuaca ekstrem berlangsung.
Peringatan SIAGA cuaca ekstrem dari BMKG ini menjadi sinyal serius bagi masyarakat Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Kota Mataram untuk tidak menganggap remeh kondisi cuaca dini hari. Hujan lebat yang turun secara mendadak, disertai petir dan angin kencang, berpotensi menimbulkan dampak cepat seperti banjir, genangan luas, hingga gangguan aktivitas warga. Dalam situasi seperti ini, kewaspadaan menjadi kunci utama.
Masyarakat diimbau tetap tenang namun siaga, membatasi aktivitas di luar rumah, serta terus memantau pembaruan resmi dari BMKG. Cuaca bisa berubah dalam hitungan menit, dan kesiapsiagaan sejak dini dapat menjadi pembeda antara aman dan berisiko.
