MATARAM, — Penyidikan kasus kematian NDR, mahasiswi Universitas Mataram (Unram) yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di kawasan Gomong Sakura, Kota Mataram, terus berkembang. Memasuki hari ke-46 sejak jasad korban ditemukan, kepolisian mulai mengantongi sejumlah petunjuk yang mengarah pada lingkungan terdekat korban.
Polresta Mataram saat ini mendalami hubungan pergaulan dan kehidupan pribadi korban sebelum peristiwa tersebut terjadi. Meski kasus telah ditingkatkan ke tahap penyidikan, hingga kini penyidik belum menetapkan seorang tersangka.
Ibu korban, Eni Widyawati, mengungkapkan bahwa beberapa hari sebelum meninggal dunia, putrinya sempat melakukan panggilan video dan menyampaikan bahwa dirinya baru saja mengakhiri hubungan asmara dengan seseorang.
“Dalam percakapan terakhir, korban sempat mengatakan kepada ibunya bahwa dirinya baru saja putus dari hubungan yang sedang dijalani,” kata Eni. Dilansir laman NTBSatu.
Keterangan tersebut kini menjadi salah satu informasi yang didalami penyidik. Selain itu, keluarga mengaku terkejut setelah mengetahui adanya informasi mengenai sosok pria lain yang disebut sedang dekat dengan korban selama berada di Mataram.
Kuasa hukum keluarga korban menilai terdapat indikasi bahwa kasus ini tidak semata-mata bermotif perampokan. Dugaan tersebut muncul karena kondisi kamar korban tidak menunjukkan tanda-tanda pengacakan, sementara sejumlah barang berharga lainnya masih berada di lokasi kejadian.
Menurut kuasa hukum, kemungkinan motif yang sedang mengemuka berkaitan dengan persoalan pribadi, seperti konflik hubungan, sakit hati, atau dendam. Namun demikian, motif pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari kepolisian.
Sementara itu, penyidik menduga pelaku membawa telepon genggam dan sepeda motor milik korban setelah kejadian. Dugaan tersebut mengarah pada upaya menghilangkan jejak atau menghambat pelacakan yang dapat mengungkap identitas pelaku.
Hasil autopsi yang telah diperoleh penyidik juga mengungkap bahwa korban diduga meninggal akibat cekikan secara langsung atau manual strangulation. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kematian korban merupakan tindak pidana yang dilakukan oleh orang lain.
Keluarga berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap pelaku dan menuntaskan kasus yang telah menyita perhatian masyarakat Nusa Tenggara Barat tersebut. Mereka meminta agar proses hukum berjalan secara transparan sehingga dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Kasus kematian mahasiswi Unram ini hingga kini masih menjadi sorotan publik. Berbagai pihak menantikan hasil penyidikan yang diharapkan mampu mengungkap secara jelas kronologi, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.
