MATARAM – Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI) Nusa Tenggara Barat menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Persiapan Pelaksanaan Cabang Olahraga Angkat Besi Porprov XII NTB 2026 sebagai upaya mematangkan persiapan penyelenggaraan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia olahraga angkat besi di daerah.
Baca:PABSI NTB Laksanakan Monev Program Latihan Atlet Angkat Besi di Lombok Tengah
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Mataram ini diikuti oleh pengurus Pengprov PABSI NTB dan panitia pelaksana cabang olahraga angkat besi Porprov XII NTB 2026. Bimtek difokuskan pada penguatan pemahaman teknis pertandingan, sistem perlombaan, perwasitan, serta kesiapan penyelenggaraan cabang olahraga angkat besi sesuai standar nasional.
Ketua Pengprov PABSI NTB, Karina De Vega, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam menyiapkan pelaksanaan cabang olahraga angkat besi pada Porprov XII NTB sekaligus menyongsong NTB sebagai tuan rumah PON 2028.
“Alhamdulillah, kita juga akan menjadi tuan rumah PON 2028. Angkat besi menjadi salah satu cabang olahraga yang akan dipertandingkan di NTB. Ini merupakan hasil perjuangan yang luar biasa dari banyak pihak yang selama ini terus memperjuangkan agar angkat besi mendapatkan tempat dan kesempatan berkembang di daerah,” ujarnya.
Karina mengajak seluruh pengurus, panitia, pelatih, dan insan olahraga angkat besi untuk menunjukkan dedikasi dalam membangun prestasi olahraga tersebut di NTB.
“Mari kita sama-sama menunjukkan dedikasi dan komitmen kita. Kita tunjukkan bahwa angkat besi di NTB ada, berkembang, dan siap melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Ia juga berharap pelaksanaan pertandingan nantinya dapat menarik perhatian masyarakat, khususnya para pelajar, sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni olahraga angkat besi.
“Kami ingin para pelajar dan generasi muda datang menyaksikan pertandingan angkat besi. Siapa tahu dari sana lahir atlet-atlet masa depan yang akan mengharumkan nama NTB dan Indonesia,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, Pengprov PABSI NTB menghadirkan Sonny Kasiran, Pengurus PB PABSI, wasit internasional, sekaligus anggota Asian Weightlifting Federation (AWF) sebagai narasumber utama. Sonny memberikan materi terkait regulasi terbaru, sistem pertandingan, perwasitan, serta tata kelola penyelenggaraan event angkat besi sesuai standar nasional dan internasional.
Menurut Karina, kehadiran Sonny Kasiran menjadi nilai tambah bagi peserta Bimtek karena memiliki pengalaman yang luas dalam dunia angkat besi.
“Kehadiran Pak Sonny sangat penting bagi kami karena beliau memiliki pengalaman dan kompetensi yang mumpuni di tingkat nasional maupun internasional. Apalagi beliau juga akan menjadi Technical Delegate (TD) cabang olahraga angkat besi pada PON 2028 nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Pengprov PABSI NTB, Libuh Hanafi, menjelaskan bahwa cabang olahraga angkat besi pada Porprov XII NTB 2026 akan mempertandingkan 16 kelas, yang terdiri atas 8 kelas putra dan 8 kelas putri.
Untuk putra, kelas yang dipertandingkan meliputi 60 kg, 65 kg, 70 kg, 75 kg, 85 kg, 95 kg, 110 kg, dan +110 kg. Sedangkan untuk putri terdiri atas 49 kg, 53 kg, 57 kg, 61 kg, 69 kg, 77 kg, 86 kg, dan +86 kg.
Menurut Libuh Hanafi, pertandingan cabang olahraga angkat besi akan berlangsung pada 14–26 Juli 2026 di Auditorium H. Abubakar M. Yusuf Universitas Mataram (UNRAM) sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia pelaksana Porprov XII NTB.
“Kuota atlet tidak dibatasi, namun setiap atlet hanya diperbolehkan mengikuti satu nomor atau kelas yang dipertandingkan. Setiap kabupaten/kota juga dapat mengikutsertakan maksimal dua atlet pada setiap kelas,” jelasnya.
Melalui Bimtek ini, Pengprov PABSI NTB optimistis pelaksanaan cabang olahraga angkat besi pada Porprov XII NTB 2026 akan berjalan sukses sekaligus menjadi bagian dari persiapan menuju PON 2028. Dengan pembinaan yang berkelanjutan dan dukungan seluruh pihak, angkat besi diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat mengharumkan nama Nusa Tenggara Barat di tingkat nasional maupun internasional.
