MATARAM – Tokoh agama sekaligus mantan Gubernur Muhamad Zainul Majdi atau yang akrab disapa TGB akhirnya angkat bicara terkait polemik pembelian 1.098 sapi kurban oleh Presiden Prabowo Subianto menggunakan dana APBN yang nilainya diperkirakan mencapai Rp100 miliar.
BACA:“Wamensesneg Sebut Kurban Presiden Pakai APBN Rp100 M, Sasaka NTB Langsung Bereaksi”
Dalam keterangannya, TGB menjelaskan bahwa program kurban pemerintah sebenarnya bukan hal baru. Tradisi tersebut, kata dia, sudah berlangsung sejak lama dan dilakukan oleh berbagai pejabat negara, mulai dari presiden, gubernur, bupati hingga pimpinan lembaga, baik menggunakan dana APBN maupun APBD.
Menurut TGB, masyarakat perlu memahami perbedaan antara kurban pribadi dengan program kurban pemerintah. Ia menegaskan, kurban yang dibiayai negara lebih tepat dipandang sebagai bentuk bantuan sosial dan syiar berbagi kepada masyarakat, khususnya fakir miskin.
“Kalau dilakukan secara transparan dan tidak diklaim sebagai kurban pribadi pejabat yang bersangkutan, maka itu masuk dalam bentuk bantuan sosial pemerintah kepada masyarakat,” jelas TGB.
Ia juga menilai penggunaan APBN atau APBD untuk pengadaan sapi kurban tidak menjadi persoalan selama manfaatnya kembali kepada rakyat. Bahkan, TGB menyamakan program tersebut dengan berbagai bantuan sosial lain yang rutin disalurkan pemerintah, seperti pembagian sembako dan bantuan kebutuhan masyarakat lainnya.
Meski demikian, TGB mengingatkan bahwa kurban atas nama jabatan tidak bisa menggantikan ibadah kurban pribadi seseorang secara syar’i. Pejabat yang ingin menjalankan ibadah kurban secara pribadi tetap dianjurkan menggunakan dana pribadi dan dilaksanakan terpisah dari program pemerintah.
TGB juga menegaskan masyarakat tidak perlu ragu menerima daging kurban dari program pemerintah tersebut karena manfaatnya memang ditujukan untuk rakyat. Namun, ia mempersilakan apabila ada pihak yang merasa kurang nyaman untuk tidak menerimanya.
Pernyataan TGB ini muncul di tengah ramainya perdebatan publik soal penggunaan anggaran negara untuk program pengadaan sapi kurban Presiden Prabowo Subianto menjelang Iduladha 1447 Hijriah.
Sumber: Keterangan Dr. Muhamad Zainul Majdi
