MATARAM, – Aksi damai yang digelar Perhimpunan Pemuda Sasak di depan kawasan Hotel Aston Inn Mataram berakhir tanpa jawaban yang jelas. Massa aksi yang datang dengan tuntutan transparansi lingkungan justru pulang dengan rasa kecewa, setelah pihak manajemen hotel dinilai tidak kooperatif dan terkesan menghindari keterbukaan informasi publik.
Baca:DPRD Luwu Utara Mendukung Sepenuhnya Perjuangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya
Dalam aksi tersebut, Perhimpunan Pemuda Sasak menyoroti dugaan kuat adanya persoalan serius terkait pengelolaan limbah hotel. Mereka mencurigai bahwa Aston Inn Mataram tidak memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang memadai dan sesuai standar operasional sebagaimana seharusnya diterapkan oleh fasilitas usaha perhotelan.
Kecurigaan itu semakin menguat ketika pihak manajemen hotel menolak permintaan perwakilan massa aksi maupun awak media untuk melihat langsung fasilitas IPAL yang dimaksud.
Koordinator aksi, Rasyid, menyampaikan bahwa penolakan tersebut justru memunculkan tanda tanya besar.
“Jika memang mereka memiliki IPAL dan taat aturan, mengapa harus takut memperlihatkannya kepada kami dan media? Ketidakterbukaan ini justru mempertegas dugaan bahwa ada sesuatu yang disembunyikan terkait limbah hotel,” ujar Rasyid.
Tak hanya soal IPAL, aksi damai itu juga diwarnai ketegangan mengenai lokasi penyampaian pendapat. Massa aksi mengaku tidak diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasi di area depan hotel. Sebaliknya, pihak manajemen Aston Inn Mataram justru mengarahkan mereka untuk berorasi di depan sebuah minimarket yang berada di samping hotel.
Situasi tersebut kemudian membuka dugaan baru. Rasyid mempertanyakan alasan pengalihan lokasi itu, yang menurutnya berkaitan dengan legalitas aset hotel, khususnya lahan parkir.
Ia menduga bahwa Aston Inn Mataram tidak memiliki lahan parkir mandiri yang memadai, karena area yang selama ini digunakan sebagai parkir hotel diduga merupakan lahan milik pihak ketiga, yakni minimarket yang berada di samping hotel.
Poin Tuntutan Perhimpunan Pemuda Sasak:
- Transparansi Lingkungan
Menuntut pihak hotel menunjukkan bukti fisik serta dokumen perizinan IPAL guna memastikan tidak adanya pencemaran yang merugikan warga sekitar. - Audit Lahan Parkir
Mempertanyakan status kepemilikan lahan parkir yang digunakan hotel, yang diduga mencatut lahan milik minimarket. - Keterbukaan Publik
Menyayangkan sikap manajemen yang tidak memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Aston Inn Mataram masih enggan memberikan keterangan resmi. Mereka juga tidak memberikan akses kepada media untuk melakukan klarifikasi langsung di lokasi fasilitas IPAL.
Perhimpunan Pemuda Sasak menegaskan bahwa persoalan ini tidak akan berhenti di aksi damai hari ini. Mereka berencana membawa kasus tersebut ke instansi pemerintah terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar dilakukan investigasi menyeluruh. Massa aksi juga menyatakan siap menggelar aksi jilid dua sebagai bentuk penegasan tuntutan mereka.
