Calon Mahasiswa Tak Dapat KIP Kuliah-Dana Ngepas, Student Loan Jadi Solusi?

blank
blank

Jakarta – Tidak semua calon mahasiswa baru yang mengalami kesulitan biaya kuliah memenuhi kriteria prioritas bantuan pendidikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 2026. Kondisi ini menimbulkan risiko sebagian calon mahasiswa batal melanjutkan pendidikan tinggi karena kendala biaya.

Baca:SNBP 2026 Diumumkan! 178 Ribu Lebih Peserta Lulus, KIP Kuliah Dipastikan Tepat Sasaran

Sementara itu, beberapa tahun terakhir sempat muncul wacana mengenai student loan di tengah maraknya skema pinjaman online (pinjol) pendidikan.

Menanggapi wacana student loan tersebut, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto menyatakan bahwa pemerintah masih lebih mengedepankan skema beasiswa dibanding konsep pinjaman pendidikan.

“Jadi memang kami melihat barangkali konsep yang lebih cocok di Indonesia ini kan masih beasiswa. Karena barangkali khawatir disalahtafsirkan kalau nanti loan. Jadi yang kami gencarkan saat ini tetap adalah beasiswa,”
ucapnya pada acara Halal Bihalal Idul Fitri 1447 H bersama media di kantor Kemdiktisaintek, Jalan Pintu I Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/4/2026).

Gandeng Filantropi

Brian mengungkapkan, pihaknya mendorong keterlibatan pihak filantropi untuk memperluas akses bantuan pendidikan. Sejumlah pengusaha filantropi Indonesia yang berminat akan membangun sebuah asosiasi filantropi beasiswa Indonesia.

Para pengusaha filantropi tersebut juga akan terlibat aktif dalam memberikan beasiswa kepada mahasiswa.

Beasiswa Parsial dari Kampus

Ia menambahkan, banyak kampus saat ini turut mengupayakan bantuan berupa potongan biaya pendidikan atau beasiswa parsial bagi mahasiswa yang tidak memenuhi kriteria KIP Kuliah, tetapi tetap kesulitan dana.

Misalnya, mahasiswa baru yang orang tuanya memiliki penghasilan sedikit di atas batas KIP Kuliah, namun memiliki banyak tanggungan keluarga.

“Ada mahasiswa-mahasiswa yang tidak terjaring misalnya pada KIP-K ya, mungkin standarnya mereka secara ekonomi lebih tinggi sedikit tetap sebenarnya masih membutuhkan. Nah itu saya lihat di hampir semua kampus, mereka memberikan beasiswa juga, mendukung beasiswa. Ada yang parsial, ada yang penuh,” ucapnya.

“Anak-anak yang tetap perlu dibantu. Jadi tadi kami melihat dari setiap kampus, kami mendorong untuk juga menyelamatkan adik-adik, masyarakat seperti ini,” imbuhnya.

Pelibatan Industri

Selain beasiswa pemerintah dan pemda, Brian menyebut sejumlah pelaku industri juga ikut terlibat dalam pemberian beasiswa. Salah satu sektor yang aktif adalah industri perbankan.

“Ada satu lembaga yang bukan dibentuk oleh pemerintah, tetapi dibentuk oleh mereka sendiri juga. Kami hanya encourage, kita hanya sebagai mitra. Nantinya lembaga ini akan memberikan beasiswa-beasiswa dan juga menerima juga penyaluran industri-industri, pengusaha-pengusaha, filantropi-filantropi yang ingin berkontribusi dalam memberikan beasiswa,” jelasnya.

Beasiswa Alumni

Brian menambahkan, salah satu bentuk bantuan pendidikan yang juga sering muncul adalah beasiswa yang dibentuk oleh para alumni untuk membantu adik-adik tingkatnya.

Meskipun cakupannya lebih kecil—misalnya hanya di tingkat prodi atau universitas—beasiswa alumni tetap menjadi peluang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa.

“Nah ini kita akan dukung program-program ini secara bersama-sama. Sehingga sekali lagi kami memberikan apresiasi untuk seluruh pihak yang terus-menerus memberikan dukungannya, sehingga pelaksanaan pendidikan tinggi di Indonesia secara gotong-royong dapat dipikul secara bersama-sama,” ucapnya.

Prioritas Penerima KIP Kuliah 2026

Berdasarkan sosialisasi resmi melalui kanal YouTube Kemdiktisaintek pada Kamis (26/3/2026), prioritas penerima KIP Kuliah 2026 adalah sebagai berikut:

1. Prioritas Pertama

Pendaftar lulusan SMA/sederajat yang:

  • penerima Program Indonesia Pintar (PIP) Pendidikan Menengah, dan/atau
  • terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) maksimal desil 4,
  • serta lulus SNBP atau SNBT.

2. Prioritas Kedua

Pendaftar KIP Kuliah lulusan SMA/sederajat penerima PIP Pendidikan Menengah yang:

  • terdata dalam DTSEN maksimal desil 4,
  • dan lulus seleksi mandiri masuk PTN maupun PTS.

3. Prioritas Ketiga

Pendaftar yang lulus semua jalur seleksi PTN/PTS, yang:

  • terdata di DTSEN atau belum terdata DTSEN,
  • namun memenuhi kategori miskin sampai rentan miskin,
  • dengan bukti dokumen verifikasi dan validasi perguruan tinggi.