KONI NTB Lepas Kontingen Angkat Besi ke Kejurnas Senior 2026 Bandung, Target Medali

blank
KONI NTB Lepas Kontingen Angkat Besi ke Kejurnas Senior 2026 Bandung, Target Medali
KONI NTB Lepas Kontingen Angkat Besi ke Kejurnas Senior 2026 Bandung, Target Medali

MATARAM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pengurus Provinsi Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) NTB secara resmi melepas kontingen atlet angkat besi yang akan berlaga pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Angkat Besi Senior Pupuk Indonesia Tahun 2026 di Bandung, Jawa Barat.

Kontingen tersebut dikirim sebagai wakil NTB untuk bersaing dengan lifter terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia. Kejurnas dijadwalkan berlangsung pada 15 hingga 20 April 2026, dan menjadi ajang penting dalam pembinaan prestasi sekaligus pembuktian kemampuan atlet angkat besi NTB di level nasional.

Baca:Persiapan Matang Menuju PON 2028, PABSI NTB Luncurkan Program Latihan Intensif

Dalam kegiatan pelepasan, KONI NTB dan Pengprov PABSI NTB mengajak seluruh masyarakat, pecinta olahraga, serta jajaran pengurus untuk memberikan doa dan dukungan penuh agar para atlet mampu tampil maksimal dan mengharumkan nama daerah melalui raihan medali.

“Mohon doa dan dukungan seluruh pengurus dan masyarakat NTB, agar atlet-atlet kita bisa tampil maksimal dan mampu menyumbangkan medali untuk NTB,” demikian pesan yang disampaikan dalam momen pelepasan tersebut.

Berdasarkan surat tugas Pengprov PABSI NTB bernomor 011/ST/PENGPROV PABSI-NTB/III/2026, terdapat tiga pelatih yang ditugaskan secara resmi untuk mendampingi atlet selama Kejurnas berlangsung, yakni Sori Enda Nasution (Level 1 Internasional), Libuh Hanapi (Level 1 Nasional), dan Suhaeli (Level 3 Nasional).

Adapun atlet yang diturunkan NTB pada Kejurnas Senior 2026 terdiri dari kategori putra dan putri di sejumlah kelas. Untuk atlet putra yakni Gunawan (65 Kg), Muhammad Fadillah (70 Kg), Bambang Wijaya (85 Kg), Dimas Setya Dharma (+95 Kg), dan Muhammad Ramadhan (+95 Kg). Sementara atlet putri yakni Yolanda Putri (53 Kg), Siti Nurhaliza Deliana Putri (69 Kg), serta Febriana Wahyu Ningsih (+69 Kg).

Pelatih bersertifikat internasional, Sori Enda Nasution, menyampaikan bahwa persiapan atlet NTB menuju Kejurnas Senior telah dilakukan secara intensif, mulai dari peningkatan teknik angkatan, fisik, hingga kesiapan mental menghadapi persaingan nasional.

Menurutnya, Kejurnas Senior bukan hanya soal kekuatan, tetapi juga tentang ketepatan strategi, kedisiplinan, serta kemampuan menjaga fokus saat berada di platform pertandingan.

“Kami sudah menyiapkan atlet dengan latihan yang terukur. Mereka tinggal menjaga fokus dan konsistensi saat pertandingan nanti,” ujar Sori Enda.

Ketua Umum Pengprov PABSI NTB, Karina De Vega, atau yang akrab disapa KDV, menegaskan bahwa keberangkatan tim ini bukan sekadar mengikuti event, melainkan membawa misi prestasi bagi NTB.

Ia menekankan bahwa Kejurnas Senior menjadi panggung penting bagi atlet NTB untuk membuktikan kualitasnya, sekaligus menjadi peluang besar untuk menyumbangkan medali bagi daerah.

“Kejurnas ini adalah panggung pembuktian. Atlet NTB harus berani bersaing dan menargetkan hasil maksimal. Kita ingin pulang membawa medali,” tegas KDV.

Selain itu, dua pelatih pendamping yakni Libuh Hanapi dan Suhaeli juga menyatakan kesiapan penuh untuk mengawal para atlet selama kompetisi berlangsung. Mereka memastikan pendampingan dilakukan secara menyeluruh, termasuk pengaturan pemanasan, evaluasi teknik, pemilihan strategi angkatan, hingga menjaga kondisi atlet agar tetap prima selama pertandingan.

Dengan komposisi pelatih yang lengkap serta atlet yang telah dipersiapkan, KONI NTB dan Pengprov PABSI NTB optimistis tim angkat besi daerah mampu tampil kompetitif dan menyumbangkan prestasi membanggakan bagi NTB pada Kejurnas Angkat Besi Senior Pupuk Indonesia 2026 di Bandung.