Tokoh Adat Sasak Buka Suara: Sekda NTB Wajib Paham ini!?

Ketua Umum Badan Pelaksana, HK. Ir. Lalu Winengan, MM,
Ketua Umum Badan Pelaksana, HK. Ir. Lalu Winengan, MM,

Mataram, NTB – Ketua Majelis adat Sasak, Lalu Winengan, menegaskan bahwa jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Nusa Tenggara Barat harus diisi oleh sosok yang mampu memahami karakter sosial dan budaya masyarakat NTB, khususnya tiga suku besar yang dikenal dengan istilah Sasambo (Sasak, Samawa, dan Mbojo).

Winengan menyampaikan, Majelis adat pada dasarnya tidak mempermasalahkan siapa pun yang ditunjuk sebagai Sekda. Namun, ia menekankan bahwa yang paling penting adalah kemampuan pejabat tersebut dalam bekerja dan menyesuaikan diri dengan realitas sosial masyarakat NTB.

Baca:Mahasiswa Doktoral Kritik Pelantikan Sekda “Impor” di NTB: Putra Daerah Banyak Profesor dan Doktor

“Kami tidak mempermasalahkan siapa Sekda NTB. Yang terpenting mampu memahami karakter masyarakat Sasambo dan bekerja untuk kemajuan daerah,” ujar Winengan. Dilansir laman media portal ntb.indonesiasatu.co.id. saat dihubungi melalui WhatsApp, Senin sore (13/04/2026).

Menurutnya, Sekda memiliki posisi strategis dalam menggerakkan roda pemerintahan. Karena itu, Sekda baru dituntut cepat melakukan penyesuaian, bukan hanya dalam urusan birokrasi dan koordinasi antarinstansi, tetapi juga dalam memahami dinamika kehidupan masyarakat NTB.

Ia menilai tantangan terbesar bagi Sekda baru adalah kemampuan beradaptasi dan membangun kedekatan sosial, bukan sekadar membangun komunikasi formal atau melakukan silaturahmi seremonial.

“Sekda harus segera menyesuaikan diri, bukan hanya dengan lembaga pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat NTB itu sendiri,” tegasnya.

Winengan menilai masyarakat NTB sejatinya terbuka dan tidak sulit diajak bekerja sama. Namun, ia menekankan bahwa pendekatan yang digunakan harus tepat, termasuk dengan memahami nilai budaya, norma sosial, serta pola komunikasi masyarakat setempat.

Selain itu, ia mendorong Sekda baru agar segera melakukan langkah-langkah nyata yang berdampak pada kemajuan daerah, bukan hanya berhenti pada wacana atau program administratif semata.

Ia juga mengingatkan pentingnya konsolidasi dengan tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, serta elemen masyarakat lainnya, agar Sekda lebih cepat memahami nilai-nilai sosial budaya yang hidup dan berkembang di NTB.

Tidak hanya kepada Sekda, Winengan turut menyampaikan pesan kepada Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal agar tetap fokus menjalankan agenda pembangunan yang telah dijanjikan kepada masyarakat.

“Gubernur jangan terlena dengan pergantian pejabat. Segera jalankan program-program yang sudah dijanjikan,” ujarnya.

Winengan menegaskan, masyarakat NTB siap mendukung penuh kepemimpinan daerah selama kebijakan yang diambil berpihak pada kepentingan rakyat dan kemajuan NTB.

Namun demikian, ia juga menegaskan bahwa masyarakat adat akan bersikap tegas apabila kebijakan yang lahir tidak sejalan dengan kepentingan daerah.

“Prinsip kami jelas, siapa pun pemimpinnya, jika berpihak kepada NTB maka kami siap mendukung sepenuhnya. Tapi jika tidak, masyarakat tentu akan bersikap,” pungkasnya.

(*)