SRMA 38 Lombok Timur Gelar Bimtek Penguatan Kompetensi Pengasuhan Siswa

blank
Foto bersama peserta bimtek dan nara sumber Dr. L. Yulhaidir, M. Psi., Psikolog (tengah)
Foto bersama peserta bimtek dan nara sumber Dr. L. Yulhaidir, M. Psi., Psikolog (tengah)

Lombok Timur,  – Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 38 Lombok Timur menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kompetensi Pengasuhan Siswa Sekolah Rakyat, sebagai upaya meningkatkan kemampuan wali asuh dan wali asrama dalam mendampingi siswa sekaligus memperkuat pembentukan karakter.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala SRMA 38 Lombok Timur, Ahmad Apandi, yang menegaskan pentingnya peran wali asuh dan wali asrama dalam mendukung proses pendidikan siswa, terutama dalam aspek karakter dan moral.

Menurutnya, wali asuh dan wali asrama memiliki peran strategis karena tidak hanya mendampingi siswa dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga menjadi figur penting dalam pembentukan sikap, kedisiplinan, dan akhlak.

“Peran wali asuh dan wali asrama sangat strategis dalam pendidikan siswa, karena mereka tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga pendidikan karakter dan moral,” ujar Ahmad Apandi.

Ia menambahkan bahwa penguatan karakter dan moral menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berakhlak mulia, serta mampu bersaing di tengah tantangan global.

Bimtek ini menghadirkan narasumber utama Dr. Yulhaidir, M.Psi., Psikolog, salah satu praktisi psikologi terkemuka di Lombok yang berpengalaman dalam pendampingan siswa bermasalah, serta memiliki pengalaman mengelola sekolah berasrama melalui Pondok Pesantren Cahaya Bangsa.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 13 wali asuh dan 5 wali asrama, dengan materi utama mengenai pengasuhan siswa dalam perspektif psikologi serta strategi pendidikan karakter.

Selain penyampaian materi, peserta juga diberikan kesempatan berdiskusi, berbagi pengalaman, dan menyampaikan praktik terbaik (best practice) dalam proses pendampingan siswa di lingkungan sekolah berasrama.

Ahmad Apandi berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kualitas pengasuhan di SRMA 38 Lombok Timur sehingga siswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang kuat, disiplin, dan berakhlak baik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan wali asuh dan wali asrama dalam mendampingi siswa, sehingga siswa dapat berkembang menjadi generasi yang tangguh dan berakhlak mulia,” katanya.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan memperkuat sinergi antara wali asuh, wali asrama, guru, orang tua, serta masyarakat dalam mendukung keberhasilan pendidikan siswa.

Dengan kerja sama yang kuat, SRMA 38 Lombok Timur optimistis mampu melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan dengan karakter yang baik.