MATARAM — Prof Dr Sukardi, M.Pd., terpilih sebagai Rektor Universitas Mataram (Unram) untuk periode 2026–2030. Penetapan dilakukan melalui rapat Senat Universitas Mataram setelah seluruh tahapan pemilihan rektor rampung dilaksanakan.
TERKAIT: Raih Nomor Urut 1, Prof Sukardi Anggap Sebagai Doa Disebut Unggulan, Tetap Rendah Hati
Keputusan itu disampaikan melalui kanal resmi Unram pada Kamis (8/1/2026). Dengan hasil tersebut, Sukardi akan menggantikan rektor petahana dan mulai bertugas pada tahun akademik baru yang dimulai pada 2026.
Pemilihan rektor Unram tahun ini menjadi sorotan tidak hanya di lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat Nusa Tenggara Barat yang menempatkan perguruan tinggi negeri itu sebagai pusat pengembangan pendidikan tinggi di kawasan. Unram dinilai memiliki posisi strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia serta riset terapan di Timur Indonesia.
Baca:RESONANSI SENYAP Abah Husni, Metafisika P2BK, dan Integritas Prof. Sukardi yang Mewujud
Nama Sukardi sebelumnya sempat mengemuka dalam sejumlah penilaian akademik dan forum pendidikan lokal. Ia dianggap sebagai salah satu figur yang berpengalaman mengelola institusi dan memahami tantangan kampus. Salah satu lembaga pemerhati pendidikan di NTB bahkan pernah menyoroti peluang Sukardi untuk memimpin Unram jauh sebelum pemilihan berlangsung.
Sukardi merupakan guru besar di bidang pendidikan. Ia meniti karier akademik di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mataram. Selain mengajar, ia terlibat dalam berbagai aktivitas penelitian, pengembangan kurikulum, dan pengabdian kepada masyarakat di NTB. Fokus risetnya antara lain penguatan kompetensi guru, kualitas pembelajaran, serta pemberdayaan sekolah di daerah.

Lahir di Senyiur, Lombok Timur, tahun 1978, Prof. Sukardi mencatat prestasi akademik dengan meraih gelar guru besar pada usia 44 tahun.
Dalam perjalanan kariernya, Sukardi pernah menduduki sejumlah jabatan struktural seperti ketua program studi dan dekan. Pengalaman itu dinilai memberi pemahaman menyeluruh mengenai tata kelola kampus, mulai dari administrasi akademik hingga pengembangan sumber daya kampus.
Penetapan Sukardi menandai perubahan kepemimpinan di Universitas Mataram. Kehadirannya diharapkan dapat melanjutkan agenda strategis kampus, termasuk penguatan riset, peningkatan mutu layanan akademik, dan perluasan kerja sama dengan perguruan tinggi dalam dan luar negeri.
Unram sendiri dalam beberapa tahun terakhir tengah berupaya meningkatkan akreditasi, menumbuhkan inovasi mahasiswa, serta memperluas kiprah riset dosen. Tantangan tersebut dipandang memerlukan penguatan kapasitas kelembagaan dan arah kebijakan yang konsisten.
Dengan pengalaman akademik dan rekam jejak organisasi, Sukardi diharapkan dapat membawa Unram berperan lebih besar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Barat.


![Bukan Kejam, Ini Alasan Dosen Tegas Justru Dibutuhkan di Lingkungan Kampus 5 Ilustrasi: dosen killer. Dok. [Pexels./bi]](https://i0.wp.com/www.lpkpkntb.com/wp-content/uploads/2025/12/Screenshot_2025-12-27-20-37-37-25_40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122.jpg?resize=400%2C225&ssl=1)













































