Pendaftaran calon Rektor Universitas Mataram (Unram) periode 2026–2030 resmi ditutup pada 13 November 2025. Enam guru besar dari berbagai fakultas tercatat mengajukan diri, menandai dimulainya kompetisi strategis yang akan menentukan masa depan perguruan tinggi negeri terbesar di Nusa Tenggara Barat ini.
Baca Juga:CPNS 2026 Segera Dibuka, Siapkan Dokumen dan Pilih Formasi Paling Diminati Mulai Sekarang!
Sebagai kampus yang sedang memperkuat posisi sebagai pusat riset kawasan timur Indonesia, dinamika pemilihan kali ini menjadi sorotan. Berbagai isu—mulai dari konfigurasi suara senat, perdebatan etik di internal kampus, hingga ketentuan batas usia yang membuat rektor petahana tidak lagi dapat maju—mewarnai proses sejak awal. Situasi ini membuat kontestasi tahun ini dianggap sebagai salah satu yang paling menarik dalam sejarah pemilihan rektor Unram.
Baca:Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah Apresiasi PLP Mahasiswa UNU NTB di SDN 4 Penujak
Di tengah tuntutan transformasi pendidikan tinggi, peningkatan akreditasi internasional, serta percepatan pengembangan inovasi berbasis riset, figur rektor berikutnya akan memegang peran sentral dalam mengarahkan langkah Unram lima tahun ke depan. Karena itu, tahapan selanjutnya bukan sekadar prosedur administratif, melainkan proses strategis yang akan menentukan wajah, arah, dan reputasi Unram sebagai kampus perjuangan yang terus berkembang menjadi universitas riset unggulan.
