Jakarta — Ahmad Sahroni mengambil langkah tegas dengan meminta kontraktor merobohkan rumah miliknya yang menjadi sasaran penjarahan pada akhir Agustus 2025. Keputusan itu diambil setelah kondisi bangunan dinilai tidak lagi aman dan tidak layak huni akibat kerusakan parah.
Pantauan di lokasi menunjukkan alat berat dikerahkan untuk membongkar struktur bangunan yang tinggal menyisakan sebagian dinding. Keretakan besar terlihat pada sisi bangunan, diduga akibat aksi perusakan ketika peristiwa penjarahan terjadi.
Hingga kini, pihak berwenang masih menelusuri penyebab dan pelaku penjarahan yang menyebabkan sejumlah kerugian material. Warga sekitar berharap kejadian serupa tidak terulang dan keamanan lingkungan dapat ditingkatkan.
Pembongkaran diperkirakan memakan waktu beberapa hari sebelum dilanjutkan ke tahap pembersihan lahan dan perencanaan pembangunan ulang rumah tersebut.
