LPDP Dibekali TNI, HP Dibatasi, Menginap di Tenda—Mendikti Ungkap Faktanya”

blank
blank

JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto angkat bicara terkait keterlibatan TNI dalam kegiatan pembekalan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Ia menegaskan, keterlibatan aparat militer tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk memperkuat kesiapan peserta sebelum menjalani studi magister maupun doktor.

Baca:BRIN Tawarkan Beasiswa S2/S3 Degree by Research untuk Hakim dan Tenaga Teknis Badilum

Brian menyebut, pembekalan ini ditujukan agar peserta memiliki mental yang lebih siap menghadapi tantangan akademik, termasuk ketika harus belajar di luar negeri. Menurutnya, penerima beasiswa negara perlu dibekali nilai disiplin, etos kerja, serta wawasan kebangsaan agar mampu menjalankan studi dengan tanggung jawab.

Ia juga menepis anggapan bahwa seluruh rangkaian pembekalan akan sepenuhnya dipegang oleh TNI. Brian mengatakan, kegiatan tersebut akan diisi oleh berbagai pihak yang memiliki pengalaman, termasuk dalam hal memberikan gambaran kehidupan selama menempuh pendidikan, supaya peserta tidak mengalami guncangan budaya atau culture shock.

Baca:BAZNAS Resmi Buka Beasiswa Kuliah di Malaysia 2026, Ini Kampus dan Syaratnya

“LPDP itu membutuhkan muatan seperti disiplin, kerja keras, dan kebangsaan. Supaya nanti saat belajar mereka punya semangat, lalu ketika kembali bisa memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa,” ujar Brian saat ditemui di Jakarta, Sabtu (2/5/2026).

Berdasarkan surat kegiatan yang diterima dilansir dari Tempo, pembekalan penerima beasiswa LPDP dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 9 Mei 2026. Lokasi kegiatan berada di Gedung Marsekal Sukardi, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Dalam surat tersebut tertulis sebagian materi pembekalan akan disampaikan oleh pihak TNI.

Sebanyak 206 peserta dijadwalkan ikut dalam program ini. Mereka berasal dari penerima beasiswa program magister dan doktor, baik untuk studi di dalam negeri maupun luar negeri. Seluruh rangkaian kegiatan bersifat wajib sebagai syarat sebelum peserta memulai perkuliahan.

Dalam dokumen itu juga disebutkan bahwa pembekalan bertujuan membangun pola pikir mandiri, menanamkan nilai luhur bangsa, memperkuat nasionalisme, serta menginternalisasi budaya LPDP.

Meski begitu, sejumlah peserta mengaku mempertanyakan kebijakan tersebut. Salah satu penerima beasiswa yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebut adanya aturan ketat selama pembekalan, termasuk rencana menginap di tenda serta pembatasan penggunaan telepon seluler.

“Katanya nanti kami menginap di tenda, lalu tidak boleh pegang handphone selama acara. Handphone hanya boleh digunakan satu jam sehari. Hampir semua mempertanyakan, untuk apa?” ujar peserta tersebut.