Mataram — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D. menghadiri acara ramah tamah bersama sivitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat) di Ballroom Atqia UNU NTB, Jumat malam (7/11).
Acara bertajuk “Diktisaintek Berdampak: Wujud Nyata Tridharma Perguruan Tinggi dalam Memperkuat Ketahanan dan Daya Saing Nasional” itu berlangsung hangat dan penuh keakraban.
Baca Juga:LP2M UNU NTB Hadirkan Reviewer Nasional untuk Monev Hibah Diktisaintek 2025
Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T.; Rektor Universitas Mataram Prof. Ir. Bambang Hari Kusumo, M.Agr.St., Ph.D.; Rektor UIN Mataram sekaligus Ketua PBNU NTB Prof. Masnun Tahir; Wakil Rektor I UIN Mataram Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Pd.; Prof. Ir. Mansur Maksum, Ph.D. Mantan Rektor Universitas Mataram,; Prof. H. Muhammad Tajudin Ketua BPP UNU NTB Drs. Marinah Hardi; Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Hadrian Irfani, serta para civitas akademika UNU NTB dan sejumlah perwakilan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Nusa Tenggara Barat.
Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Menteri dan rombongan. Ia menyebut momen tersebut sebagai “rezeki besar” sekaligus momentum bersejarah bagi UNU NTB yang genap berusia sepuluh tahun dan bersiap menggelar Wisuda ke-6.
“Alhamdulillah malam ini kita mendapatkan silaturahmi yang luar biasa. UNU NTB baru satu dekade berdiri, namun telah memiliki akreditasi Baik Sekali dan sebelas program studi. Ini semua berkat kerja keras civitas akademika dan dukungan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, UNU NTB kini fokus pada isu kesejahteraan, lingkungan, dan kebudayaan lokal. “Selama dua tahun terakhir kami konsisten mengangkat isu kesejahteraan dan lingkungan. Salah satunya melalui program sedekah bumi dan penanaman pohon yang akan kami laksanakan pada Dies Natalis UNU NTB. Selain itu, kami juga mengembangkan penanaman rumput laut di wilayah pesisir sebagai bagian dari riset lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.
Rektor juga memohon kesediaan Menteri untuk memberikan orasi ilmiah pada wisuda keesokan harinya. “Besok kami akan melaksanakan Wisuda ke-6. Mohon kiranya Pak Menteri berkenan memberikan orasi ilmiah kepada lulusan kami. Ini akan menjadi kehormatan besar bagi keluarga besar UNU NTB dan menjadi inspirasi bagi mahasiswa kami untuk terus berkarya dan berdampak,” ujarnya disambut tepuk tangan.
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PKB Hadrian Irfani turut memberikan apresiasi atas kiprah UNU NTB. “Terima kasih Pak Menteri telah hadir di tanah kelahiran saya, di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Rektor UNU NTB ini pejuang tangguh—baru berdiri tapi sudah memiliki ribuan mahasiswa. Semoga ke depan aula UNU bisa lebih besar dan Pak Menteri dapat membantu,” katanya.
Sesi dialog kemudian digelar dan berlangsung dinamis. Diskusi yang dipandu oleh Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi menghadirkan pertanyaan dari berbagai perwakilan perguruan tinggi di NTB, termasuk pimpinan PTS yang turut hadir.
Para pimpinan PTS menyampaikan aspirasi terkait peningkatan kapasitas dosen, dukungan terhadap riset, dan sinergi antara kampus dan dunia industri. Beberapa juga menyoroti tantangan perguruan tinggi swasta dalam memperkuat mutu pendidikan dan daya saing lulusan.
Menanggapi hal itu, Prof. Brian Yuliarto menegaskan pentingnya kolaborasi antarperguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, agar pendidikan tinggi di Indonesia tumbuh secara merata. “Kami sangat menghargai masukan dari PTS. Pemerintah melihat seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, sebagai mitra strategis dalam membangun SDM unggul. PTS justru memiliki fleksibilitas dan kedekatan dengan masyarakat yang menjadi kekuatan besar,” katanya.
Ia menambahkan, perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan industri dan pemerintah daerah. “Pertumbuhan ekonomi dunia banyak lahir dari kampus. Karena itu, saya titip kepada gubernur, bupati, dan wali kota: manfaatkan kampus. Di sinilah tempat orang-orang pintar, tempat lahirnya riset, kajian, dan solusi bagi daerah,” ujarnya.
Menteri juga menyampaikan penghargaan tinggi kepada para dosen. “Kami dari pemerintah sangat mengapresiasi para dosen. Mereka adalah garda terdepan yang setiap hari dengan penuh keikhlasan membimbing dan mendidik mahasiswa menjadi orang hebat. Dari tangan para dosenlah lahir SDM unggul yang memajukan bangsa,” tegasnya.

Menutup sesi diskusi, Kepala LLDIKTI Wilayah VIII Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi menyampaikan refleksi penting bagi dunia pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa kampus modern tidak lagi mengenal batas-batas lama, melainkan harus berorientasi pada riset, inovasi, dan dampak sosial.
“Sekarang sudah tidak ada lagi istilah SLB di kampus semua harus bertransformasi. Pertanyaannya, bagaimana kita memperkuat riset, mengembangkan inovasi, dan benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat. Itu yang menjadi ruh perguruan tinggi ke depan,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Kunjungan Prof. Brian ke UNU NTB menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat. Pemerintah, katanya, akan terus mendorong riset terapan, inovasi, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan industri untuk melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing secara global.
Acara ramah tamah ditutup dengan foto bersama dan dialog santai antara Menteri, DPR RI, LLDIKTI, perwakilan PTS, dan sivitas akademika UNU NTB. Kehadiran Menteri di kampus ini sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan wisuda UNU NTB yang akan digelar keesokan harinya.
(Abi).
