Mataram – Suasana di lingkungan Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) belakangan ini semakin ramai dengan kehadiran seorang mahasiswa yang memanfaatkan waktu jeda kuliah untuk berjualan cilok. Ia adalah Khairul Anam, mahasiswa semester tiga Prodi Ekonomi, yang dikenal aktif berwirausaha sambil tetap mengikuti aktivitas perkuliahan.
Setiap jam istirahat, Khairul tampak mendorong gerobak kecil berisi cilok hasil buatannya. Aroma bumbu kacang yang menggugah selera kerap menarik mahasiswa yang melintas. Salah satunya Amrozi, mahasiswa Prodi Sosiologi, yang menjadi langganan tetap.
“Rasanya enak, harga juga sesuai porsi mahasiswa. Jadi sering beli kalau lewat,” kata Amrozi.
Meski berjualan hanya di dalam kampus, usaha kecil Khairul ternyata memberi dampak ekonomi yang cukup besar bagi dirinya. Ia mengaku mampu menghasilkan Rp300 ribu hingga Rp500 ribu per hari, tergantung ramai tidaknya pembeli.
“Kadang dapat Rp300 ribu, kadang sampai Rp500 ribu sehari. Jualannya cuma di kampus, itu pun pas jeda kuliah,” ujar Khairul Anam.
Selain membantu memenuhi kebutuhan harian, Khairul memandang aktivitas ini sebagai praktik langsung ilmu ekonomi yang ia pelajari. Mulai dari pengelolaan modal, strategi pemasaran, hingga pelayanan konsumen, semuanya ia terapkan dalam usahanya.
Fenomena mahasiswa berwirausaha seperti Khairul di UNU NTB memberikan inspirasi bagi mahasiswa lain bahwa kreativitas dan kerja keras bisa berjalan beriringan dengan perkuliahan. Usaha ciloknya bukan hanya menguatkan kemandirian ekonomi, tetapi juga menunjukkan bahwa peluang bisa hadir dari hal sederhana di sekitar kampus.
