Lombok Utara – Aktivis muda Lombok Utara, Yakub Ma’arif, yang juga Ketua LAKPESDAM NU KLU, menegaskan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan daerah. Menurutnya, pemerintah Kabupaten Lombok Utara di bawah kepemimpinan Dr. H. Najmul Ahyar, MH memiliki visi besar untuk lima tahun ke depan dengan lima target utama:
-
Meningkatkan kualitas SDM yang cerdas, sehat, religius, dan berbudaya.
-
Mengembangkan kemandirian ekonomi berkelanjutan berbasis pariwisata, agraris, dan UMKM.
-
Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani.
-
Memperkuat pembangunan infrastruktur dan konektivitas dengan perspektif kebencanaan dan lingkungan.
-
Meningkatkan integritas dan perspektif gender dalam pembangunan.
Kelima target ini kemudian dijabarkan dalam program strategis RPJMD KLU 2025–2029 yang terdiri atas lima agenda besar:
-
KLU Ceria
-
KLU Mekar
-
KLU Berani
-
KLU Membangun
-
KLU Setara
Dari lima agenda itu, diturunkan menjadi 29 program kerja strategis dan 30 proyek strategis.
Yakub menegaskan, agar program tersebut berjalan efektif, pemerintah tidak boleh bekerja sendiri hanya dengan lingkaran OPD. Perlu melibatkan NGO, organisasi penggerak sosial, pekerja komunitas, hingga aktor lokal di desa-desa Lombok Utara. “Tanpa kolaborasi lintas elemen, cita-cita besar KLU Setara tidak akan maksimal,” tegasnya.
Data Pembangunan Lombok Utara
Berdasarkan data BPS 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lombok Utara menunjukkan tren peningkatan:
-
Tahun 2023: 68,02
-
Tahun 2024: 68,64
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi sempat jatuh akibat gempa dan pandemi:
-
2019: 5,86%
-
2020: 1,38% (masa Covid-19)
-
2024: kembali naik menjadi 4,28%
Hal ini menunjukkan ekonomi Lombok Utara mulai membaik.
Namun, Yakub mengingatkan persoalan lain yang perlu ditangani serius, yakni tingkat pengangguran terbuka (TPT). Pada tahun 2024, angkanya mencapai 1,4% atau setara 1.981 orang. Pemerintah, menurutnya, harus segera mencari solusi dengan memperluas lapangan kerja, khususnya di sektor pariwisata, perhotelan, ekonomi kreatif, serta penguatan kapasitas pelaku UMKM.
“Ini penting agar masyarakat tidak hanya mampu bertahan, tapi juga bisa meningkatkan taraf hidup tanpa terlilit hutang,” ujar Yakub.
