Wakil Ketua DPRD Luwu Utara Dengarkan Jeritan Warga Rampi: Ini Soal Kemanusiaan

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250720 WA0049

LUWU UTARA,– Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Luwu Utara, Karemuddin, turun langsung ke salah satu wilayah paling terpencil di Sulawesi Selatan—Kecamatan Rampi—dalam agenda reses masa sidang III tahun 2025, Minggu (13/7/2025).

Dikenal sebagai daerah pegunungan yang masih sulit dijangkau secara infrastruktur, Rampi menjadi perhatian khusus Karemuddin dalam menyerap langsung aspirasi rakyat. Kegiatan ini turut dihadiri Plt Camat Rampi, Usniati S.Parman, SP yang secara resmi membuka acara tersebut.

Dalam sambutannya, Camat Usniati menyuarakan pentingnya membangun optimisme di tengah keterbatasan. Ia mengutip filosofi lokal “Wiharo Hintoto Walia” yang berarti perkataan harus sesuai dengan perbuatan. Menurutnya, pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan janji, tapi perlu komitmen nyata dari seluruh elemen.

“Rampi ini butuh pola pikir baru. Hidup di wilayah terisolasi bukan alasan untuk pesimis. Kita harus bersatu membangun,” ujar Usniati.

Aspirasi Mengalir Deras: Jalan, Jembatan, dan Kesehatan Darurat

Dalam sesi dialog terbuka, warga secara lantang menyampaikan keluhan mereka, mulai dari minimnya fasilitas kesehatan, rusaknya jalan antar desa, hingga keterbatasan layanan pendidikan.

“Kami di sini kesulitan berobat. Jangankan rumah sakit, Puskesmas saja kadang kosong. Ini soal hidup dan mati,” kata seorang warga yang hadir.

Wakil Ketua DPRD Karemuddin menanggapi dengan serius. Ia menyatakan bahwa kunjungannya bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk empati dan komitmen politik yang berbasis pada nilai-nilai kemanusiaan.

“Saya datang ke sini bukan untuk pencitraan. Ini soal nurani. Daerah seperti Rampi harus mendapat perhatian khusus. Saya akan kawal langsung semua aspirasi ini ke meja DPRD,” tegasnya.

Reses Bukan Seremonial

Kegiatan yang berlangsung hangat ini turut dihadiri aparat keamanan, seperti Kapospol Aiptu Darwis, Aiptu Sudirman, Aipda Marjuni, serta Babinsa Serka Harles M, Serda Haerul, dan Serda M. Lubis. Jajaran kepala desa dan BPD dari berbagai desa di Rampi pun hadir mendampingi.

Dialog interaktif menutup agenda reses hari itu, membawa harapan baru bagi masyarakat Rampi bahwa suara mereka tak akan lagi teredam sunyi di tengah pegunungan.