Tak Banyak yang Tahu, Inilah Daftar Kampus di NTB yang Dirintis Mamik Lalu Azhar

blank
blank

MATARAM – lpkpkntb.com – Tak banyak yang tahu, di balik berdirinya sejumlah kampus besar di Nusa Tenggara Barat (NTB), ada satu nama yang jasanya begitu besar namun jarang disorot: Mamik Lalu Azhar.

Di usia senja, tokoh kelahiran Lombok ini dikenang sebagai sosok yang merintis pendidikan tinggi dari nol, bahkan ketika tanah dan gedung kampus belum tersedia. Dari perjuangan panjangnya sejak awal 1960-an, lahirlah beberapa perguruan tinggi yang kini menjadi tempat lahirnya ribuan sarjana dan pemimpin daerah di NTB.

Baca:Dosen PGD Sukses Beternak Angsa, Jadi Inspirasi Mahasiswa dan Warga Sekitar, Begini Perjalanan nya!

Umurnya kini sudah tidak muda lagi, sekitar 80 tahun lebih, namun semangatnya untuk memajukan pendidikan seolah tak pernah padam. Mamik Lalu Azhar menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membangun dunia pendidikan sejak awal tahun 1960-an. Berkat kerja kerasnya, lima perguruan tinggi dan satu sekolah menengah atas berhasil dirintis di NTB.

Baca:Aku Berpikir, Maka Aku Ada: Filosofi Legendaris yang Masih Menginspirasi Dunia Modern

Mamik merupakan lulusan angkatan pertama Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia bukan pengusaha, namun memiliki tekad kuat untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah Lombok. Tekad itu tumbuh setelah ia melihat perjuangan UGM pada masa awal berdiri.

Menurut Mamik, saat pertama kali berdiri, UGM bahkan belum memiliki gedung dan tanah sendiri. Perkuliahan kala itu menggunakan rumah-rumah milik keluarga Keraton Yogyakarta.

“Saya terinspirasi dengan UGM yang dulu pinjam rumah-rumah (milik) pangeran untuk tempat kuliah,” ujarnya, mengenang masa kuliah di kompleks Dalem Mangkubumen.

Setelah menamatkan kuliah di Yogyakarta, pada tahun 1961 Mamik kembali ke Lombok dan bekerja di kantor sekretariat Gubernur NTB. Setahun kemudian, ia mulai merintis berdirinya perguruan tinggi pertama di NTB.

Baca:Kisah Inspirasi Wanita Muda Septi Asal Lombok Omset Ratusan Juta

Namun kendala utama saat itu adalah keterbatasan fasilitas. Kampus yang dirintisnya belum memiliki gedung dan tanah. Mamik pun menghubungi sejumlah teman yang berasal dari Bali untuk meminjam rumah mereka sebagai tempat perkuliahan.

Baca:Lulusan Ekonomi Ini Raup Keuntungan Jutaan Rupiah dari Bisnis Basreng

Soal calon mahasiswa, Mamik juga tidak menunggu terlalu lama. Ia menawarkan kepada rekan-rekannya yang bekerja di pemerintahan untuk mendaftar kuliah di perguruan tinggi yang ia rintis.

Sementara tenaga pengajar direkrut dari sembilan orang lulusan UGM, salah satunya Kardono, lulusan Peternakan UGM.

“Saya mengajak semua lulusan UGM yang datang ke Lombok untuk jadi tenaga mengajar,” katanya.

Saat pertama berdiri, perguruan tinggi tersebut hanya membuka tiga fakultas, yakni Ekonomi, Hukum, dan Pertanian. Menariknya, Mamik mengaku tidak memungut biaya dari mahasiswa. Padahal ia harus membayar gaji dosen sesuai standar gaji pegawai negeri saat itu.

Untuk menutup biaya operasional, salah satu gedung kuliah disulap menjadi bioskop pada malam hari.

“Dapat dana putar film. Sampai Gubernur dan anaknya juga ikut nonton. Saya waktu itu belum berkeluarga. Jadi masih bisa muter cari uang ke mana-mana,” kenangnya.

Perjuangan Mamik mulai membuahkan hasil. Pada tahun 1967, setelah perguruan tinggi tersebut berjalan sekitar lima tahun, ia diangkat sebagai Kepala Badan Pemerintah Harian bidang Kesra. Meski disibukkan urusan pemerintahan, ia tetap aktif membesarkan kampus yang ia bangun.

Ia juga menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi besar seperti UGM, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Padjadjaran (Unpad).

Seiring waktu, perguruan tinggi yang dirintisnya semakin berkembang hingga berubah status menjadi perguruan tinggi negeri yang kini dikenal sebagai Universitas Mataram (Unram).

Selain Unram, Mamik juga tercatat sebagai sosok yang merintis lahirnya beberapa perguruan tinggi lain di NTB.

Inilah Daftar Kampus yang Dirintis Mamik Lalu Azhar

Berikut perguruan tinggi yang disebut dibangun atau dirintis Mamik Lalu Azhar:

  1. Universitas Mataram (Unram)
  2. IKIP Mataram
  3. Universitas 45
  4. Universitas NTB
  5. STIKES Yarsi Mataram

Tak hanya perguruan tinggi, Mamik juga membangun sebuah sekolah menengah atas:

  • SMA Jana Marga

Pernah Menjabat Wakil Gubernur NTB

Karier Mamik sebagai pegawai negeri sipil di Pemerintah Provinsi NTB berlangsung panjang. Hingga tahun 1996, menjelang masa pensiun, ia ditawari menjadi calon wakil gubernur.

Tawaran itu diterima, dan Mamik kemudian menjabat sebagai Wakil Gubernur NTB selama lima tahun pada periode 1996–2001.

Kini, meski tidak lagi menjabat di pemerintahan, Mamik tetap menjadi tokoh masyarakat berpengaruh di NTB. Menurut pengakuannya, banyak kepala daerah dan pemangku kebijakan merupakan lulusan dari sekolah menengah dan perguruan tinggi yang pernah ia rintis.

“Sering calon kepala daerah yang ingin maju dalam pemilihan meminta masukan,” kata Mamik, yang kini menjadi anggota dewan pertimbangan salah satu partai politik.

Pria kelahiran Lombok, 26 Juni 1935, ini merupakan anak keempat dari delapan bersaudara. Ayahnya, Mamik Rifaa, pernah menjabat kepala daerah Lombok pada periode 1950–1958. Foto sang ayah bersama Presiden Soekarno pun masih terpajang di rumahnya.

Di rumah itulah Mamik sering menerima tamu yang datang bersilaturahmi.

“Sebentar lagi Gubernur NTB mau datang silaturahmi lebaran,” ujarnya.

Di tengah usianya yang semakin lanjut, Mamik Lalu Azhar tetap dikenang sebagai tokoh yang meninggalkan warisan besar bagi NTB. Bukan dalam bentuk harta atau jabatan, melainkan dalam bentuk lembaga pendidikan yang terus melahirkan generasi penerus.