Hardiknas 2026, Lombok Tengah Perkuat Pendidikan Bermutu Lewat Kolaborasi Lintas Lembaga

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2026 05 04 21 53 23 99 965bbf4d18d205f782c6b8409c5773a42

LOMBOK TENGAH – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 kembali menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen semua elemen bangsa dalam memajukan dunia pendidikan. Hardiknas yang diperingati setiap tanggal 2 Mei menjadi pengingat atas jasa Ki Hajar Dewantara sebagai tokoh pendidikan nasional yang memperjuangkan hak belajar bagi seluruh rakyat Indonesia.

Baca:*Gerakkan Ekonomi Desa, Bupati Lutra Target 102 Koperasi Merah Putih Beroperasi di 2026*

Tahun ini, Hardiknas mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, yang menegaskan bahwa kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, pelaku pendidikan, serta masyarakat luas.

Di Kabupaten Lombok Tengah, peringatan Hardiknas 2026 dilaksanakan melalui upacara bendera yang berlangsung khidmat pada Senin, 4 Mei 2026 di halaman Kantor Bupati Lombok Tengah, Praya. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Tengah H. Lalu Pathul Bahri sebagai inspektur upacara, dengan diikuti ratusan peserta dari unsur ASN, pelajar, taruna IPDN, hingga perwakilan lembaga pendidikan formal dan nonformal.

Baca:Lulusan Ekonomi Ini Raup Keuntungan Jutaan Rupiah dari Bisnis Basreng

Dalam amanatnya, Bupati Pathul Bahri menegaskan bahwa pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia, sejalan dengan ajaran Ki Hajar Dewantara. Ia menekankan bahwa peningkatan mutu pendidikan harus dimulai dari ruang kelas sebagai pusat pembentukan karakter dan kompetensi generasi muda.

Pada momen Hardiknas 2026 ini, Pathul Bahri juga menyoroti pentingnya penguatan pendekatan pembelajaran modern, termasuk konsep deep learning, serta peningkatan kesejahteraan guru sebagai kunci utama dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.

Selain itu, ia menyampaikan sejumlah kebijakan strategis yang saat ini terus diperkuat pemerintah, mulai dari revitalisasi sekolah dan digitalisasi pembelajaran, peningkatan kualifikasi guru melalui beasiswa pendidikan, hingga program penguatan karakter anak melalui berbagai kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan membutuhkan tiga unsur utama yang harus dimiliki seluruh pemangku kepentingan, yakni mindset yang maju, mental yang kuat, serta misi yang lurus, agar pembangunan pendidikan tidak berhenti pada formalitas dan seremoni semata.

Upacara Hardiknas tersebut turut dihadiri Wakil Bupati, Sekda, kepala OPD, camat se-Lombok Tengah, serta berbagai unsur lainnya. Peserta upacara juga tampak mengenakan pakaian adat Sasak sebagai simbol bahwa pendidikan dan budaya harus berjalan beriringan.

IMG 20260505 WA0066
Foto: Suasana pelatihan keterampilan di Lembaga Kursus (LK) ICT Digital Lombok dalam meningkatkan kemampuan siswa menghadapi ujian dan dunia kerja.

Di tengah kegiatan tersebut, salah satu lembaga pendidikan non formal yang turut hadir adalah Lembaga Kursus  (LK) ICT Digital Lombok. Kepala lembaga, Siti Hapsah, hadir mewakili institusinya dan menyampaikan pandangannya terkait peringatan Hardiknas 2026.

Siti Hapsah, owner KP/LKP ICT Digital Lombok, memberikan pembekalan pembentukan karakter kewirausahaan kepada peserta pelatihan.
Gambar: Siti Hapsah, owner LK ICT Digital Lombok, memberikan pembekalan pembentukan karakter kewirausahaan kepada peserta pelatihan.

Menurut Siti, Hardiknas bukan hanya perayaan simbolik, tetapi menjadi ruang refleksi dan inspirasi untuk terus memperkuat kontribusi dunia pendidikan, termasuk jalur kursus yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis.

“Pendidikan adalah kunci perubahan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Di LK ICT Digital Lombok, kami berkomitmen menyediakan pembelajaran digital dan keterampilan teknologi yang relevan dengan tantangan masa kini, sehingga peserta didik siap bersaing di dunia kerja serta memiliki bekal kompetensi yang kuat,” ujar Siti Hapsah.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga pendidikan, karena pendidikan bermutu tidak bisa dibangun oleh satu pihak saja. Menurutnya, semangat kebersamaan yang terlihat dalam upacara Hardiknas di Lombok Tengah menjadi bukti bahwa pendidikan formal dan non formal memiliki peran strategis dalam mendukung agenda nasional peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Selain membuka kursus di lembaga, pihaknya juga aktif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan kepada para siswa, khususnya dalam menghadapi ujian sekolah maupun ujian masuk perguruan tinggi. Menurut Hapsah, program ini dilakukan sebagai bentuk komitmen lembaganya dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan akademik pelajar di Lombok Tengah.

“Selain membuka kursus di lembaga, kami juga terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melatih siswa dalam persiapan menghadapi ujian,” kata Hapsah, Kepala Lembaga LKP ICT Digital Lombok.

Selain apel bendera, peringatan Hardiknas di Lombok Tengah juga menjadi ruang silaturahmi antar lembaga pendidikan, sekaligus mendorong diskusi tentang langkah konkret dalam meningkatkan mutu pembelajaran, baik di sekolah maupun di lembaga pelatihan keterampilan.

Selain membuka kursus di lembaga, pihaknya juga aktif turun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan kepada para siswa, khususnya dalam menghadapi ujian sekolah maupun ujian masuk perguruan tinggi. Menurut Hapsah, program ini dilakukan sebagai bentuk komitmen lembaganya dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan akademik pelajar di Lombok Tengah.“Selain membuka kursus di lembaga, kami juga terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk melatih siswa dalam persiapan menghadapi ujian,” kata Hapsah, Kepala Lembaga LKP ICT Digital Lombok.
Instruktur LK ICT Digital Lombok terjun langsung ke sekolah-sekolah untuk memberikan pelatihan kepada siswa dalam rangka persiapan ujian dan peningkatan keterampilan belajar.

Peringatan Hardiknas 2026 di Lombok Tengah menjadi gambaran bahwa upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua terus bergerak di berbagai lini. Kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, sekolah, lembaga kursus, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang cerdas, kreatif, berdaya saing, serta siap menghadapi tantangan masa depan.