Program PKM 2025 Kemdiktisaintek: Dorong Tenun Lombok Jadi Produk Halal Berdaya Saing

Avatar of lpkpkntb
IMG 20250827 WA0032

Lombok Timur, NTB — Kabar gembira datang bagi kelompok penenun “Nina Penenun” di Desa Pringgasela Selatan. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kemdiktisaintek 2025, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menghadirkan pelatihan bertajuk “Penerapan Kebijakan Halal sebagai Upaya Peningkatan Nilai Produk Hasil Tenun” pada 23–24 Agustus 2025.

Program PKM UNU NTB-DIKTISAINTEK: Terapkan Kebijakan Halal pada Produk Tenun Khas Lombok
Program PKM UNU NTB-Kemdiktisaintek: Terapkan Kebijakan Halal pada Produk Tenun Khas Lombok. ( Dok. Humasununtb).

Pelatihan ini fokus pada tiga hal penting:

  1. Sosialisasi dan Edukasi Kebijakan Halal Memberikan pemahaman mendalam tentang komitmen serta tanggung jawab kelompok penenun untuk menjamin kehalalan produk tenun secara berkelanjutan.

  2. Manajemen Pemasaran Produk  Pembekalan strategi branding dan digital marketing guna memperluas akses pasar.

  3. Pewarnaan Alami  Penerapan teknik pewarnaan ramah lingkungan berbasis bahan alam yang lebih berkelanjutan.

Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, S.Ag., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan pentingnya nilai tambah bagi produk tenun lokal.

“Tenun bukan hanya warisan budaya, tetapi juga potensi ekonomi yang luar biasa. Dengan pendekatan halal, kita menjaga nilai spiritual sekaligus membuka pintu menuju pasar global yang lebih luas,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Kegiatan, Dr. Irpan Suriadiata, M.H., menekankan sinergi antara akademisi dan masyarakat.

“Program ini dirancang untuk menjembatani kebutuhan masyarakat dengan dukungan akademik. Harapan kami, para penenun tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga siap bersaing secara bisnis dan legal,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Desa Pringgasela Selatan, Baihaki Habil, yang menyampaikan apresiasinya:

“Kami berterima kasih kepada UNU NTB yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Tenun adalah identitas kami. Dengan adanya pelatihan ini, kelompok Nina Penenun tidak hanya mendapat tambahan pengetahuan, tetapi juga dukungan alat teknologi untuk meningkatkan produksi.”

Kegiatan ditutup dengan sesi praktik pewarnaan alami yang disambut penuh antusias oleh peserta. Pelatihan ini diharapkan menjadi awal transformasi industri tenun Lombok menuju produk halal berdaya saing tinggi, sekaligus memperkuat posisinya di pasar global.