Lombok Utara Penampakan Gedung Shelter Tsunami NTB Mangkrak Diperiksa KPK

Avatar of lpkpkntb
Screenshot 2024 08 09 14 49 46 12 40deb401b9ffe8e1df2f1cc5ba480b122

lpkpkntb.com – di Periksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa belasan saksi kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tempat evakuasi sementara (TES) atau shelter Tsunami di Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Proyek ini dikerjakan PT Waskita Karya dengan konsultan perencana CV AC tahun 2014 lalu dengan anggaran Rp21 miliar. Gedung yang mampu menampung 3.000 orang ini telah diserahterimakan kepada Pemda Lombok Utara tanggal 16 Juli 2017 lalu. Namun gedung tersebut hingga kini mangkrak.

Baca: Jadwal Seleksi CPNS 2024 Tunggu Panselnas

Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi itu dilakukan sejak 2023 lalu. Pembangunan Tempat Evakuasi Sementara (TES)/Shelter Tsunami ini merupakan proyek yang digarap oleh Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan, Kegiatan Pelaksanaan Penataan Bangunan dan Lingkungan (PBL) NTB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tahun 2014.

Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto membenarkan adanya pemeriksaan saksi-saksi tersebut. Ia menjelaskan, hari ini KPK melakukan pemeriksaan saksi dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan gedung TES atau Shelter Tsunami di NTB oleh Satuan Kerja Penataan Bangunan dan Lingkungan Provinsi NTB, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Tahun 2014. ”Pemeriksaan dilakukan di kantor BPKP Perwakilan Provinsi NTB,” ungkap Tessa, katada.id.Jumat (8/8/).

Selain itu, KPK juga memeriksa lima pejabat penerima hasil pekerjaan (PPHP), yakni YS selaku Ketua PPHP, IJ selaku Anggota Pokja dan Sekretaris PPHP, SHT selaku Anggota PPHP, MS selaku Anggota PPHP, dan KS selaku Anggota PPHP.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan dua tersangka. Namun KPK belum mengungkapkan nama tersangka dan perbuatannya dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan shelter Tsunami tersebut.

”Menetapkan dua tersangka yaitu satu dari Penyelenggara Negara dan satu lainnya dari BUMN,” kata Tessa sebelumnya.