MATARAM, — Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) kembali menorehkan sejarah dengan menggelar Wisuda ke-VI Program Diploma dan Sarjana di Hotel Lombok Raya, Sabtu (8/11).
Acara yang disiarkan langsung ini dihadiri sejumlah pejabat pusat dan daerah, termasuk Wakil Ketua DPR RI Fraksi PKB H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., Kepala LLDikti Wilayah VIII I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., Rektor Universitas Mataram, Kapolda NTB, Gubernur NTB, Wali Kota Mataram, serta para orang tua dan wali wisudawan.
Baca Juga:Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Dorong Perguruan Tinggi Berdampak: UNU NTB Jadi Simbol Kolaborasi Inovasi Dengan Industri
Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I., mengatakan, wisuda kali ini menjadi momen penting bagi kampus yang hampir memasuki usia 11 tahun. “Hari ini, kami mempersembahkan 495 wisudawan dan wisudawati. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum untuk meneguhkan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan,” ujarnya.
Dalam orasinya, Rektor Baiq menjelaskan visi kampus berbasis Tridharma Perguruan Tinggi, dengan fokus pada lima bidang utama: menjaga jiwa (hifzhur ruh), menjaga agama (hifzhud din), menjaga akal (hifzhul ‘aql), isu strategis pembangunan daerah, dan menghasilkan lulusan yang memberi kontribusi nyata bagi umat dan bangsa.
Diketahui, UNU NTB juga mencatat prestasi di tingkat nasional dan internasional, antara lain meraih enam medali perunggu di Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS), program pertukaran mahasiswa ke Jepang, dan program magang internasional. Rektor memberikan apresiasi khusus kepada Prodi Gizi, yang hampir seluruh alumninya langsung terserap di lembaga kesehatan dan Dapur MBG, bahkan ada yang bekerja sebelum resmi diwisuda.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Irfani, S.T., menilai UNU NTB menjadi kampus yang memimpin perubahan di NTB. “Wisuda hari ini adalah awal perjalanan nyata. Gelar yang kalian raih bukan sekadar simbol, tetapi amanah untuk menebar moral dan menghadapi tantangan global. Jadilah lulusan yang kritis, inovatif, kreatif, dan kolaboratif,” ujarnya.
Kepala LLDIKTI Wilayah VIII, Dr. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., menekankan pentingnya kontribusi nyata mahasiswa melalui riset dan karya ilmiah. “Pendidikan tinggi mampu melahirkan talenta muda produktif, terutama di bidang teknologi dan saintek. Semoga kalian sehat dan sukses,” katanya.

Dalam orasinya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto menegaskan, ijazah yang diterima lulusan lebih dari sekadar simbol. “Ijazah adalah amanah untuk menghadirkan manfaat, menjaga martabat keluarga, dan berperan aktif membantu masyarakat. Jadilah pembuat sejarah yang menggabungkan sains dengan kemanusiaan dan etika,” ujarnya.
Menteri Brian menyoroti peluang strategis di bidang ketahanan pangan, energi, air bersih, AI, semikonduktor, green dan blue economy, serta sektor kesehatan. Ia menekankan, kreativitas adalah ekonomi baru dan UNU NTB menyiapkan generasi kreatif melalui kolaborasi, inovasi, dan riset.
Pada momen ini, dengan toga di kepala dan tekad di dada, 495 lulusan UNU NTB resmi melangkah ke dunia pengabdian, membawa nama baik almamater dan semangat Nahdlatul Ulama. Setiap momen wisuda UNU NTB tercatat selalu dihadiri tokoh penting, mulai dari Wakil Presiden, Pimpinan PBNU, DPR RI, dan pada Wisuda ke-VI ini kembali dihadiri pejabat pusat. Acara ditutup dengan pengalihan toga yang dipimpin langsung oleh Rektor UNU NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pd.I.
(Bi)
