Shalat Subuh berjamaah bukan sekadar kewajiban rutin, melainkan sumber kekuatan rohani, benteng dari godaan, sekaligus jembatan persaudaraan sesama muslim. Pesan penuh makna ini disampaikan Tuan Guru Haji (TGH) Achmad Muchlis dalam tausiyah Subuh di Masjid Almujtahidin Monjok, Ahad (28/9).
“Bayangkan, ketika banyak orang masih terlelap, kita justru bangkit memenuhi panggilan Allah. Itulah bukti cinta sejati seorang hamba,” ujar TGH Achmad Muchlis di hadapan ratusan jamaah yang memenuhi masjid.

Dalam tausiyahnya, beliau mengutip pandangan Imam Syafi’i tentang keutamaan menjaga shalat Subuh secara berjamaah. “Siapa yang istiqamah menjaga Subuh berjamaah, Allah akan membukakan pintu keberkahan baginya, dijaga dari kesempitan hidup, serta dikuatkan iman dan hatinya,” tegasnya.
Suasana masjid pagi itu terasa hangat dan khusyuk. Jamaah dari berbagai kalangan larut dalam dzikir dan doa, memperkuat nuansa persaudaraan dan ketenangan hati.
Beliau kemudian mengingatkan firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 133: “Wasāri‘ū ilā maghfiratin min rabbikum wa jannatin ‘arḍuhas-samāwātu wal-arḍu u‘iddat lil-muttaqīn.”
(“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”)
Menutup tausiyahnya, TGH Achmad Muchlis berdoa agar umat muslim senantiasa istiqamah dalam memakmurkan masjid, khususnya melalui Subuh berjamaah. “Mari kita hidupkan masjid dengan Subuh berjamaah. InsyaAllah, rumah kita, keluarga kita, dan negeri kita akan dipenuhi cahaya keberkahan,” pungkasnya.
