Tak banyak kata yang perlu diucapkan.
Tak ada waktu untuk menghitung lelah.
Ketika saudara sedang berduka, yang dibutuhkan bukan sekadar kata-kata penghiburan. Tetapi tangan yang datang, langkah yang mendekat, dan hati yang bersedia ikut merasakan luka.
Pagi ini, Tim Kesehatan KR-BNN dari NTB mulai bergerak menyusuri jejak bencana. Mereka mendatangi warga, menjangkau mereka yang mungkin belum tersentuh pelayanan medis.
Mereka datang membawa obat, peralatan kesehatan, dan tenaga. Namun sesungguhnya, ada sesuatu yang jauh lebih besar yang mereka bawa: kepedulian dan rasa persaudaraan.
Di tengah rumah-rumah yang mungkin masih menyisakan kepedihan, di antara wajah-wajah yang menyimpan kehilangan, hadir tangan-tangan dari NTB untuk membantu meringankan beban.
Mungkin mereka tidak mampu mengembalikan apa yang telah hilang.
Mungkin mereka tidak mampu menghapus seluruh air mata.
Tetapi mereka ingin mengatakan satu hal:
“Kalian tidak sendiri.”
Setiap langkah tim medis adalah pesan bahwa jarak antarpulau tidak pernah cukup jauh untuk memisahkan rasa kemanusiaan.
Setiap obat yang diberikan adalah secercah harapan.
Setiap tangan yang menggenggam tangan warga adalah penguat.
Dan setiap tenaga yang dicurahkan adalah bentuk cinta kepada sesama.
NTB datang bukan sekadar membawa pelayanan kesehatan.
NTB datang membawa pelukan.
Pelukan untuk saudara-saudara di NTT yang sedang terluka.
Pelukan yang mungkin tidak terdengar, tetapi terasa.
Dari NTB untuk NTT: tetap kuat. Kami bersama kalian.
