Ini Dia 2 Hal di Sampaikan TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc,MA Saat Memberikan Tausiah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mujtahidin Lingk.Pemamoran Monjok Mataram NTB.

Avatar of lpkpkntb

MATARAM – lpkpkntb. Masjid Al-Mujtahidin Lingk. Pemamoran , Kelurahan Monjok Selaparang Mataram, melaksanakan perigatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan ini dihadiri ratusan warga Lingkungan Pemamoran dan sejumlah tokoh agama, Ust serta tamu undangan.

Dalam acara tersebut di buka oleh Ketua Takmir, Ust Muridun, S.Ag (Ketua Masjid) ,mengatakan, “Dalam pelaksanaan perayaan Maulid Nabi Muhammad ini merupakan agenda rutin tahunan yang mereka lakukan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW, dan seperti inilah keadaan kami sekedar saja, dalam acara ini akan di isi dengan, Pembacaan Kalam Ilahi, ada 6 peserta khataman qur’ an dan  Ceramah yang Insya Allah akan di sampaikan TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc,MA. (Narasumber)” sekaligus doa (penutup) ” jelas nya.

IMG20221021200700
Ketua Takmir Ust. Muridun, S.Ag, saat membuka acara.
IMG20221021200952
Pembacaan Kalam Ilahi Adik Zafran.

Acara Selanjutnya yaitu adik-adik yang khataman Qu’ran berjumlah  6 peserta yaitu 4 laki-laki dan 2 perempuan .

IMG20221021201531
Para peserta khataman quran, terdiri dari 4 Laki-laki dan 2 Perempuan.
Screenshot 2022 10 21 20 24 27 58 f598e1360c96b5a5aa16536c303cff922
Para Warga lingk Pemamoran yang mengikuti acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Mujtahidin Monjok Mataram.

Acara selanjutnya yaitu acara inti mendengarkan Tausiah yang di sampaikan TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc,MA.

Dalam ceramah nya Beliau ada 2 hal yang di sampaikan  pertama yaitu tentang  “ Umat muslimin mengadakan peringatan Maulid Nabi SAW. Salah satu tujuan dari peringatan ini adalah menumbuhkan rasa cinta, mahabbah, kepada Nabi Muhammad sebagai wujud dari cinta kepada Allah SWT “.

Oleh karena itu, Cinta kepada Allah lalu Nabi Muhammad tidak cukup sekadar diwujudkan dengan kata-kata dan puja puji atas Allah dan Nabi-Nya. Sebagaimana kecintaan kepada siapa pun dan apa pun, cinta kepada Allah dan Nabi Muhammad pasti menuntut konsekuensi tertentu.

Dalam konteks ini, mengharuskan kita untuk mengikuti dan meneladani Nabi. Tidak sekadar akhlak dan moral, tetapi dalam seluruh sikap dan perbuatan Beliau.

yang Kedua yaitu, ” Rasa cinta, mahabbah dan mengetahui akan esensi Maulid Nabi Muhammad Ini adalah kegembiraan kita dalam rangka menyambut hari lahir Nabi besar kita. Bagaimana beribadah beribadah yang lurus, bagaimana akhlak sesuai suri tauladan Nabi Besar Muhammad SAW.

Maka dari itu Bapak dan Ibu yang hadir di malam ini apakah Bapak ibu Cinta kepada Nabi, para hadirin menjawab serentak, Cinta Nabi Muhahammad SAW,,,!.

IMG20221021202904
TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc,MA saat memberikan tausiah peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

Kemudian di tengah ceramah nya Dr. L Ahmad Zainuri, MA. memyampaikan salah satu riwayat yang arti nya, Dari Anas bin Malik bahwa ada seorang Badui bertanya kepada Rasulullah SAW, “Kapan terjadinya Kiamat?” Rasulullah  bersabda: “Apa yang telah kau persiapkan?” Dia menjawab, “Tidak ada yang aku siapkan baik berupa banyaknya shalat, juga tidak banyaknya puasa. Dan juga tidak banyanknya shadaqah. Akan tetapi aku cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah bersabda:”Kau bersama dengan yang kau cintai”.  (HR Al Bukhari).

Dalam ceramah nya Beliau menutup dengan sama-sama menyayikan lagu, ” Kisah Sang Rasul” ini lirik nya, sesuai yang di kutip dari Sonora.Id, Jum’at, 21/10/22.

IMG20221021210641
TGH. L. Ahmad Zainuri, Lc,MA saat memimpin menyayikan lagu tentang ” Kisah Rasul”  di peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

“Abdulmuthalib kakeknya Abuthalib pamannya
Khadijah istri setia Fatimah putri tercinta

Semua bernasad mulia, dari Quraisy ternama

Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka 2x
oh penuh suka duka

Dua bulan di kandungan wafat Ayahandanya
Tahun gajah dilahirkan yatim dengan kakekya
Sesuai adat yang ada disusui Halimah
6 tahun usianya wafat ibu tercinta
Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka 2x
Oh penuh suka duka

8 tahun usia kakek meninggalkanya
Abuthalib-pun menjaga paman paling pembela
Saat kecil penggembala dagang saat remaja
Umur 25 memperistri Khodijah
Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka 2x
Oh penuh suka duka 2x

Di umur ke-30 mempersatukan bangsa

Saat peletakkan batu Hajar Aswad mulia

Genap 40 tahun mendapatkan isyaroh

Iapun menjadi Rasul Akhir para annbiya

Inilah kisah sang Rosul yang penuh suka duka 2x

Oh penuh suka duka 2x.

Dan membaca sholawat bersama dengan para Jama’ah yang hadir di Masjid Al-Mujtahidin di acara maulid Nabi Muhammad SAW.

[Abi/Ron].