lpkpkntb – Munculnya nama AHY dan Aher sebagai cawapres Anies Baswedan dinilai wajar. Keduanya merupakan tokoh parpol yang kemungkinan akan ikuy mengusung Anies di Pilpres 2024. Siapa yang lebih moncer, AHY atau Aher?
Jerry yang juga Direktur Political and Public Policy Studies (P3S) ini menilai, keuntungan lain menggandeng AHY karena dia merupakan ketua umum Partai Demokrat. Diketahui, Demokrat merupakan partai yang meraih 54 kursi DPR pada Pemilu 2019. “Jadi sangat komplet jadi tandem Anies,” ujarnya.
Tentang anggapan AHY belum berpengalaman, Jerry kurang sependapat. “Saya kira dia sudah bisa, sudah beberapa tahun pegang partai. Dia sosok yang cerdas, bisa beradaptasi. Dia punya parpol, itu yang menjadi acuan,” ujarnya.
Jerry menambahkan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memberikan kesempatan kepada Anies memilih pendampingnya di Pilpres 2024. “Jadi Anies tinggal memilih siapa yang layak mendampinginya, tapi perlu bangun komitmen dan kesapakatan selain musyawarah mufakat,” pungkas Jerry.
Ujang Komarudin, pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin menyarankan Demokrat dan PKS tidak ngotot mengajukan cawapres pendamping Anies Baswedan.

“Kalau saling ngotot-ngototan Demokrat harus AHY, PKS harus Ahmad Heryawan, tunggulah kekalahannya. Karena AHY maupun Ahmad Heryawan tidak bisa menambah elektabilitas bagi Anies Baswedan,” kata Ujang kepada SINDOnews, Sabtu (29/10/2022).
Ujang mengatakan, rugi jika AHY atau Aher menjadi cawapres pendamping Anies Baswedan. “Bisa kalah, tapi kembali kepada koalisi Nasdem, Demokrat, dan PKS siapa yang akan diusung,” ujarnya.
Dia pun meminta semua pihak yang ingin mengusung Anies berjiwa besar. “Semuanya harus berjiwa besar, semuanya harus ada yang mengalah demi kemenangan koalisi tersebut,” pungkasnya.

