Wakil Ketua DPRD Lombok Tengah Mendampingi Wakil Ketua DPR RI SARI YULIATI

Avatar of lpkpkntb
Keterangan foto:Lalu Muhammad Akhyar, S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, mendampingi Wakil Ketua DPR RI Hj. Ir. Sari Yuliati meninjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade.
Keterangan foto: Lalu Muhammad Akhyar, S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, mendampingi Wakil Ketua DPR RI Hj. Ir. Sari Yuliati meninjau lokasi kebakaran Desa Adat Sade.

LOMBOK TENGAH – Musibah kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026) malam, menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Sedikitnya 120 bangunan dilaporkan terdampak kebakaran.

Di tengah musibah tersebut, kepedulian dan solidaritas berbagai pihak terus mengalir. Salah satunya ditunjukkan Lalu Muhammad Akhyar, S.Sos., Wakil Ketua I DPRD Lombok Tengah, yang hadir langsung ke lokasi untuk melihat kondisi masyarakat terdampak.

Baca:Baru Tiba dari NTT, Gubernur NTB Langsung Turun di Tengah Kebakaran Sade

Kehadiran Akhyar sekaligus mendampingi Wakil Ketua DPR RI Hj. Ir. Sari Yuliati dalam meninjau langsung lokasi kebakaran, berdialog dengan warga, serta melihat kondisi posko penanganan dan kesehatan masyarakat.

Dalam diskusi bersama warga dan sejumlah pihak, Akhyar memaparkan pandangannya bahwa penanganan pascakebakaran tidak cukup hanya berfokus pada bantuan materi. Menurutnya, aspek psikologis masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal, juga sangat penting dan urgen untuk mendapat perhatian.

“Bantuan materi tentu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tetapi jangan sampai kita melupakan kondisi psikis anak-anak dan keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana ini. Mereka juga membutuhkan pendampingan dan perhatian agar dapat kembali bangkit,” ujar Akhyar.

Menurut Akhyar, anak-anak merupakan kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena pengalaman menghadapi bencana kebakaran dapat meninggalkan rasa takut dan trauma. Karena itu, pendampingan psikologis perlu berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut mengulurkan tangan membantu warga Sade. Bantuan, kata dia, tidak hanya dalam bentuk materi, tetapi juga dukungan moral, pendampingan dan kepedulian.

Yang paling penting sekarang masyarakat jangan merasa sendiri. Kita harus hadir bersama-sama dan membantu apa yang bisa kita bantu. Ini musibah kita bersama, dan Sade harus bangkit,” katanya.

Akhyar menilai Sade memiliki posisi penting bagi Lombok Tengah dan NTB. Kawasan tersebut bukan hanya menjadi tempat tinggal masyarakat adat, tetapi juga bagian dari identitas budaya dan salah satu ikon pariwisata daerah.

Sade bukan hanya milik masyarakat Sade, tetapi bagian dari identitas dan kebanggaan Lombok Tengah. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk membantu Sade bangkit kembali,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, perhatian terhadap kesehatan warga juga menjadi bagian penting. Posko kesehatan telah disiapkan untuk memberikan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

Akhyar mengapresiasi gerak cepat berbagai pihak dalam membantu masyarakat. Ia berharap penanganan tidak berhenti pada masa tanggap darurat, tetapi dilanjutkan dengan proses pemulihan secara menyeluruh, termasuk pemulihan psikologis warga.

Ia juga berharap pembangunan kembali kawasan Sade nantinya tetap mempertahankan nilai adat dan budaya yang menjadi jati diri masyarakat.

Kita berharap Sade segera pulih. Yang hilang bisa kita bangun kembali, tetapi semangat dan kebersamaan masyarakat harus tetap kita jaga. Mari kita bergandengan tangan untuk Sade,” tegasnya.

Kini, Sade membutuhkan tangan-tangan solidaritas. Dari puing-puing kebakaran, harapan baru harus dibangun. Dengan gotong royong dan kepedulian bersama, Sade harus bangkit dan kembali menjadi kebanggaan Lombok Tengah dan NTB.