Taman Literasi Ar Rahman Perkuat Kapasitas Pegiat Literasi Desa di Bima

Avatar of lpkpkntb
**Keterangan foto:** Pegiat literasi, narasumber, dan peserta berfoto bersama usai mengikuti Pelatihan Penguatan Kapasitas Pegiat Literasi Desa di Aula Kantor Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (19/8/2026).
Keterangan foto: Pegiat literasi, narasumber, dan peserta berfoto bersama usai mengikuti Pelatihan Penguatan Kapasitas Pegiat Literasi Desa di Aula Kantor Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (19/8/2026).

BIMA, NTB — Taman Literasi Ar Rahman menggelar Pelatihan Penguatan Kapasitas Pegiat Literasi Desa selama dua hari, 18–19 Agustus 2026, di Aula Kantor Desa Monta Baru, Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian program Penguatan Ekosistem Literasi Keluarga dan Anak melalui Peningkatan Kapasitas Pegiat, Kelas Literasi Anak, Literasi Masyarakat, dan Aktivasi Pojok Baca Anak di Desa Monta Baru Tahun 2026.

Pelatihan dirancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan para penggerak literasi di tingkat desa. Para peserta diharapkan mampu mengelola kegiatan literasi secara lebih terarah, kreatif, mandiri, dan berkelanjutan.

Peserta berasal dari berbagai unsur masyarakat, di antaranya pengurus Taman Literasi Ar Rahman, relawan literasi, pemuda desa, guru PAUD/TK, kader PKK/Posyandu, serta anggota Karang Taruna.

Baca:Ribuan Anak TK/PAUD Unjuk Kreativitas Ikuti Lomba Mewarnai yang di Adakan FKG PAI TK – NTB

Selama dua hari, peserta mendapatkan empat materi utama yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan gerakan literasi berbasis masyarakat.

Pada hari pertama, Abas Oya menyampaikan materi “Gerakan Literasi Berbasis Komunitas dan Peran Pegiat Literasi Desa”. Materi tersebut membahas posisi strategis pegiat literasi sebagai penggerak budaya baca sekaligus pentingnya membangun kegiatan literasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan Azra Fauzi dengan tema “Strategi Fasilitasi Literasi Anak: Membaca Nyaring, Mendongeng, dan Aktivitas Kreatif”.

Melalui materi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai pendekatan dalam menciptakan kegiatan literasi anak yang menyenangkan, komunikatif, kreatif, dan ramah anak.

Memasuki hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan materi “Manajemen Taman Baca/Pojok Baca: Pengelolaan Koleksi, Layanan Baca, dan Peminjaman Buku” yang disampaikan Haerudin.

Materi tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menata koleksi buku, mengembangkan layanan membaca, serta menerapkan sistem peminjaman buku sederhana yang dapat dijalankan secara berkelanjutan di tingkat komunitas.

Sementara itu, materi terakhir disampaikan Sri Suryaningsih dengan tema “Dokumentasi, Publikasi, Administrasi, dan Pelaporan Kegiatan Literasi”.

Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya administrasi, dokumentasi, publikasi, dan pelaporan dalam pengelolaan program literasi yang tertib serta dapat dipertanggungjawabkan.

Tak sekadar menerima materi, peserta juga terlibat dalam diskusi, simulasi, praktik kelompok, refleksi, hingga penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) Literasi Desa.

Rangkaian tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterjemahkan menjadi program konkret di lingkungan masing-masing.

Rencana tindak lanjut diharapkan menjadi pijakan bagi pengurus, relawan, dan unsur masyarakat dalam mengembangkan layanan taman baca, pojok baca, kegiatan literasi anak, serta aktivitas literasi berbasis komunitas secara lebih terencana.

Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara komunitas literasi, pemerintah desa, lembaga pendidikan, pemuda, kader masyarakat, dan berbagai unsur lainnya.

Kolaborasi dinilai penting agar gerakan literasi tidak hanya bergantung pada satu komunitas, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan bersama di tingkat desa.

Melalui kegiatan tersebut, Taman Literasi Ar Rahman berharap semakin banyak pegiat literasi yang memiliki kemampuan merancang kegiatan, mendampingi anak, mengelola bahan bacaan, menjalankan layanan pojok baca, serta mendokumentasikan dan mempublikasikan praktik baik literasi di masyarakat.

Selesainya pelatihan selama dua hari menjadi langkah awal untuk melanjutkan rangkaian kegiatan literasi Taman Literasi Ar Rahman sepanjang 2026.

Rangkaian program selanjutnya diarahkan pada penguatan literasi anak, literasi keluarga dan masyarakat, serta optimalisasi pojok baca anak berbasis buku bermutu.

Taman Literasi Ar Rahman berkomitmen untuk terus menghadirkan ruang belajar yang inklusif sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca di Desa Monta Baru.

Penguatan kapasitas pegiat menjadi salah satu fondasi penting agar gerakan literasi dapat terus hidup, berkembang, dan memberikan manfaat nyata bagi anak, keluarga, serta masyarakat.

Membaca hari ini, sukses esok hari.