MATARAM – lpkpkntb. Acara silaturahim dan kuliah umum bersama Prof. Dr. KH. Said Aqil Sirajd, MA. yang berlangsung di kampus Universitas Nahatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) yang di hadiri Ibu Rektor Baiq Mulianah, M.Pd.I, hadir juga WR I, WR II, WR III, Dosen dan semua civitas akademika UNU NTB. (Rabu, 2/11/22).
Dalam kegiatan tersebut Said menyampaikan kepada peserta kuliah umum tentang perkembangan globalisasi terutama perkembangan teknologi yang semakin marak dan berkembang, melalui ada nya gadget/hp memiliki sisi positif maupun sisi negatif nya.
Ia mengigatkan kepada peserta kuliah umum yang di hadiri Dosen dan Mahasiswa UNU NTB, untuk menggunakan media sosial dengan bijak.

Kata nya kita ini kaya terutama infrakstruktur sosial, seperti, ” NU memiliki Pemuda Ansor, Banser, Fatayat, Muslimat NU, PMII dan lain nya, begitu juga Muhammadiyah dan ormas agama lain nya, kalau di timur tengah tidak ada,”.
Oleh karena itu kita ini kaya dan dahsyat sebagai kekuatan membangun, memajukan, produk Negara ini melalui kekuatan sosial, yang lain nya ada nya kekuatan tentara, dan kekuatan politik, namun kita utamakan sosial masyarakat, jangan sampai kita di intimidasi oleh pemahaman liberal yang dapat merusak citra dan martabat Negara.


Said memastikan NU akan terbuka dengan arus globalisasi dengan tetap di bawah bimbingan para ulama dan kyai NU.
Kiai asal Cirebon ini mengatakan liberalisasi sangat bahaya untuk NU, sebab kalau hal ini di beri ruang, lama-lama kiai tidak dihormati.
βKita membuka diri dengan arus globalisasi tapi tidak liberal. Kalau ajaran liberal sangat bahaya, ” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Said mengigatkan terutama kepada Mahasiswa UNU NTB, ” Hormatilah orang tua jangan di bentak, dan jangan pula dekati zinaΒ sebagaimana Firman Allah SWT yang artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra: 32).
Dalam kuliah umum juga Said banyak membahas tentang fiqih, kias maupun hadist seperti kitab kuning terutama kitab fiqih fathul mu’in yang banyak membahas tentang hukum maupun pembahasan tentang jihad sesuai dengan tuntunan dalam Islam, yaitu mengerahkan segala potensi dan kemampuan yang dimiliki untuk mencapai tujuan, khususnya dalam mempertahankan kebenaran, kebaikan dan keluhuran Bangsa ” jelasnya.
Said juga menyampaikan, ” Kenapa di timur tengah terus berperang, karena di timur tengah belum ketemu pemahan agama dan jiwa nasionalis, ” ucapnya.
[abi/ron].
