Anies Baswedan dan Koalisi Perubahan Perlu Melakukan Hal Ini…!! Relawan Juga Harus Paham

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com- Peneliti Indikator Politik Indonesia, Bawono Kumoro memberikan saran untuk Koalisi Perubahan.

Ia meminta Partai NasDem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Demokrat mengutamakan penguatan koalisi sebelum sibuk menentukan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.

Bawono menduga, penentuan cawapres saat ini menjadi ganjalan di dalam tubuh Koalisi Perubahan.
Hal ini terlihat ketiga partai tersebut belum juga mendeklarasikan koalisi secara bersama-sama.

“Meskipun demikian persoalan tersebut bukan berarti nanti tidak akan menemui solusi di kemudian hari.

Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera tidak akan lari dari koalisi ini meskipun nanti kader mereka tidak menjadi cawapres Anies Baswedan,” ucap Bawono Dikutip dari  Tribunnews.com, Rabu (23/11/2022).
Bawono melanjutkan, keberadaan Partai Demokrat dan PKS dalam Koalisi Perubahan memberi kesempatan terbesar bagi kedua partai ini.

Partai Demokrat dan PKS diketahui sudah selama 10 tahun terakhir menjadi partai oposisi.

“Karena dalam koalisi ini mereka adalah inisiator koalisi bersama Partai NasDem.
Lain hal bila bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu bentukan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan maka mereka sekadar menjadi pengikut koalisi saja bukan inisiator.

Begitu juga bila bergabung dengan koalisi bentukan Partai Gerindra dan Partai Kebangkitan Bangsa,” lanjut Bawono.
Bawono dalam keterangannya juga menyoroti sikap Anies yang tidak ingin terburu-buru menentukan siapa figur akan mengisi posisi cawapres.

Menurut Bawono, penentuan siapa figur tepat untuk mengisi posisi cawapres memang lebih baik menunggu terlebih dahulu siapa saja calon kompetitor akan maju dari koalisi partaipartai politik lain.
“Dengan begitu, akan dapat dipertimbangkan secara lebih matang apakah akan mencari figur dengan basis massa kuat di suatu daerah dengan jumlah pemilih besar atau memilih figur berlatarbelakang ketua umum partai dengan basis dukungan politik kuat sebagai wakil presiden akan mendampingi nanti,” tegasnya.
“Dengan begitu, akan dapat dipertimbangkan secara lebih matang apakah akan mencari figur dengan basis massa kuat di suatu daerah dengan jumlah pemilih besar atau memilih figur berlatarbelakang ketua umum partai dengan basis dukungan politik kuat sebagai wakil presiden akan mendampingi nanti,” tegasnya.

Meskipun demikian, dirinya belum bisa memastikan kapan nama cawapres pendampingnya akan diumumkan ke publik.

“Bisa bulan depan, dua bulan, tiga bulan lagi. Bisa kapan saja,” kata Anies, dikutip dari Kompas.com.

(Ron/Abi).