lpkpkntb – Mataram. Proyek Pembangunan lapangan Futsal dan gedung serbaguna areal ” Taman Harum” yang berlokasi di kelurahan Monjok Selaparang Kota Mataram. Sabtu, 26/11/22.
Menurut Sahrul Ketua Laskar NTB Kota Mataram mengatakan, ” Itu proyek dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Nusa Tenggara Barat (BPPW NTB) tapi di kerjakan sama perkim Kota Mataram” tegasnya.
Menurut informasi yang didapat, bahwa proyek ini berasal dari Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Mataram senilai 7 Milyar yang sumber dananya diambil dari sisa alokasi Dana Khusus (Dak) pembuatan “Drenase” di wilayah Gontoran senilai 19 Milyar lebih.

Lebih lanjut ia mengatakan sudah menemui Dinas Perkim terkait pembangunan proyek tersebut, justru setelah dimintai untuk menjelaskannya ia dan warga malah dimarahi dan disuruh bertanya ke Balai Perumahan Pemukiman Wilayah (BPPW) NTB.
“Sudah jelas Dinas Perkim Kota Mataram yang mengerjakan proyek ini, kok kita seperti dipermainkan disuruh bertanya kesana kemari? seolah-olah menutupi masalah ini”, katanya.

Dugaan permainan di proyek ini semakin jelas karena tidak ada pemasangan papan nama proyek di lokasi pembangunan. Dan bahkan Dinas Perkim sendiri menunjukkan Papan nama proyek pembangunan drenase di wilayah Gontoran itu sebagai papan nama proyek pembangunan lapangan futsal dan areal taman “Mataram Harum” yang baru jadi di Kelurahan Monjok itu.

Laskar NTB Kota Mataram sendiri sudah beberapa kali ke proyek itu namun tidak menemukan papan nama proyek, tidak ada identitas sumber dana dan nilai kontrak.

Kedua, para pekerja tidak memiliki atau memakai septi, padahal mengakui kalau ini proyek Dinas Perkim. Ketiga, Seperti itu ada aturan dalam kontraktor! kenapa itu diacuhkan sama kontraktor? ungkapnya.
Sementara media melakukan investigasi dengan mencoba menghubungi Kadispora NTB Drs Tri Budiprayitno, M.Si. Lewat aplikasi whatsapp karena beliau saat ini sedang menghadiri undangan di Kampus IAIH Hamzanwadi NW Lotim di acara wisuda.
” Info dari Kabid Olahraga saya bahwa proyek pembangunan lapangan futsal yang Mas maksud ini untuk maklum bukan dikerjakan oleh DISPORA NTB, ” Imbuhnya Kadispora NTB.
Sementara akademisi Olahraga Hasbi, S.Pd, M. Or, menyampaikan, ” Jika pihak Dispora sendiri tidak di libatkan dalam pembuatan sarana maupun prasarana olahraga, maka akan di kwatirkan tidak memenuhi standarlisasi yang ada, dan sangat di sayangkan apabila itu terjadi, ” jelasnya.
“Alangkah bagusnya ketika Semua pihak yang paham tentang Pembuatan Lapangan Futsal di ajak duduk bersama, Sehingga Proyek yang akan dikerjakan mendapatkan hasil yang baik,” Tegas Hasbi.

Pria Lulusan Magister Olahraga Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) juga menambahkan Proyek yang di kerjakan seharusnya bukan hanya untuk menggugurkan kewajiban, melainkan harus mampu memberikan dampak positif serta bermanfaat bagi masyarakat.
[Ron].
