Pergantian Posisi Ketua DPW Partai Perindo NTB Mendapat Sorotan Dari Mantan Pengurus

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Marak di bicarakan di berbagai media terutama grup whatsapp, dimana Partai Persatuan Indonesia atau yang di kenal dengan Partai Perindo, Saat ini Posisi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NTB resmi berganti.

Yang sebelum nya Ketua DPW NTB Partai Perindo Lalu Athar Fahtullah dan  digantikan oleh suami Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Khairul Rizal.

Khairul Rizal sendiri sebelumnya adalah merupakan eks kader dan anggota DPRD NTB dari fraksi Partai NasDem yang baru saja menerima surat pemberhentian.

Sementara, Hasbi, S.Pd, M.Or, sebagai mantan pengurus dari Partai Perindo sejak tahun 2014 lalu, menanggapi perihal pergantian pengurus DPW NTB Partai Perindo, mengatakan, ” Pergantian ini suatu hal yang biasa dalam berpolitik, karena kita tahu bahwa, politik ini suatu seni dimana  kemungkinan-kemungkinan bisa saja terjadi, asalkan jangan melupakan sejarah, terlebih ketika Partai Perindo baru masuk ke NTB saat itu, butuh tenaga, materi, maupun pikiran, ” kata mantan anggota Perindo Hasbi.

FB IMG 14927738067241496
Dokumentasi tahun 2014 silam, ketika pembentukan pengurus sayap DPW NTB Partai Perindo. di Kantor DPW, jln Brawijaya, Seganteng Cakranegara Mataram.

Ketika pembentukan pengurus sayap DPW NTB partai Perindo tahun 2014 Silam.

Kemudian, ” Perlu di ingat juga dalam politik tidak ada yang tidak mungkin, semua serba mungkin!, misalnya , hari ini bisa jadi lawan politik atau berbeda prinsip bahkan berbeda partai namun di suatu waktu atau momentum kita bisa menjadi teman dalam koalisi berpegangan tangan dan berpelukan karena satu tujuan, inilah dinamika dalam politik, tidak ada teman abadi dan juga musuh abadi , smua adalah kepentingan bersama.
terkait dengan reposisi dalam suatu organisasi atau struktur partai juga bisa terjadi, jangankan masalah jabatan atau posisi, hidup kita ini saja tidak ada yang abadi, begitu juga dengan politik,  ” Tak ada yang abadi”  dan yang terpenting saat ini siappun Ketua terpilih, ” Jangan lupakan kepentingan rakyat, dengarkan keluh kesah rakyat, seperti visi dan misi Partai Perindo, yaitu mendorong tumbuhnya ekonomi nasional yang berkontribusi langsung pada kesejahteraan warga negara Indonesia, terlebih pasca covid-19 yang lalu, ” Sambungnya Hasbi.

FB IMG 14927738248720070

Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Dr Ihsan Hamid memberikan analisanya perihal pergantian poisisi Ketua DPW Perindo NTB dari Lalu Athari ke Khairul Rizal. di kutip melalui laman tribunnews.com.

Ia menegaskan, ” Gelagat yang ditunjukkan Partai Perindo dalam proses pergantian ini tidak berpedoman kepada prinsip etika dalam kaderisasi partai politik. Pasalnya, kata Ihsan Hamid, figur yang ditunjuk untuk menjadi pengganti adalah bukan kader internal yang telah bahu-membahu membesarkan Partai Perindo, ” jelasnya Doktor Politik tersebut.

Sambung, ” Apalagi, Lalu Athari dilihatnya sebagai salah satu deklarator Partai Perindo di NTB sejak 2014. Saya kira memang dalam batas tertentu kalau komunikasi internal itu sudah terjalin, sebenarnya kaderisasi kepemimpinan di parpol itu wajar-wajar saja. Cuman ini tetap akan dibaca tidak normal, tidak prosedural,” ungkapnya.

“Mengapa? Karena yang menggantikan ini bukan orang internal yang sudah lama, tapi ini kan dibaca lebih kepada upaya patron klien, ada usaha dari awal ketika gerbong NWDI berpindah ke Perindo. Yang ditandai dengan bergabung TGB. Sejak awal memang hal semacam ini dikhwatarkan oleh banyak kalangan. Pasti akan terjadi pergantian posisi kepengurusan yang stratetgis,” sambungnya.

Kalau bicara hal etis, kata Ihsan Hamid, sebetulnya hal wajar kalau kemudian pergantian itu diberikan kepada kader internal yang sudah lama berkontribusi bagi pergerakan politik Perindo di NTB.

Doktor Ilmu Politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah itu melihat pergantian ini menjadi kurang wajar ketika proses kaderisasi tidak pernah dilakukan oleh pegantinya.

Dipilihnya Khairul Rizal dilihatnya sebagai efek dirinya merupakan bagian dari gerbong besar NWDI. Dan hal itu terkesan simsalabim.

“Sehingga dalam prinsip etika, demokatisasi di internal partai tidak jalan. Karena saya yakin, pergantian ini pasti tidak diterima oleh banyak pihak, terutama Lalu Athari,” urainya.

“Yang saya lihat, gerbong Lalu Athari sudah mulai bereaksi. Itu menadakan bahwa komunikasi, konsolidasi atau prinsip etika dan moralitas tidak diindahkan,” sambung Ihsan Hamid.

Melalui Aplikasi whatsap, di sampaikan bahwa, Ketua DPW NTB Lalu Athar Fahtullah melalui di bagikan oleh salah satu anggota grup dengan mengirim hasil scren shot seperti ini.

IMG 20230127 WA0041

Silahkan bisa buka link berita tentang ketua dan sekertaris perindo NTB tidak tau dirinya sudah diganti. (Red).