MATARAM – lpkpkntb.com. Pemandangan yang setiap pagi terlihat di salah satu pasar tradisional “Pasar Cemara” sering terjadi kemacetan hampir setiap pagi, yang terlihat petugas parkir yang mengatur jalan raya, Berharap ada petugas dari pihak polantas maupun dishub Kota Mataram yang stanby di jam2 tertentu terutama dipagi hari,kemacatan sering terjadi karena pengaruh dari penataan mulai tempat parkir maupun penataan para pedangang.
Masyarakat sangat mengharapkan pihak-pihak berwenang seperti Polantas maupun Dishub khusus nya Kota Mataram, untuk melakukam penjagaan di area yang rentan terjadi kemacetan, baik dari segi keamanan, ketertiban maupun kelancaran berlalu lintas, kami tidak tahu polantas dan dishub bertugas dari jam berapa melakukan operasional di jalan raya atau tempat2 yang sering terjadi kemacetan seperti yang terjadi di salah satu pasar tradisional yaitu [Pasar Cemara] kecamatan selaparang Kota Mataram.
Anggota lpkpk, kami lewat pasar Cemara dari jam 08.45 menit belum ada petugas polantas maupun dishub yang bertugas, berdasarkan UU tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan jelas disebutkan fungsi dan tugas dari polantas maupun Dishub salah satu nya yaitu [ Pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli lalu lintas]. Kami lpkpk dan masyarakat berharap kepada pihak terkait untuk stanby sesuai dengan tupoksi institusi sehingga tidak terjadi sesuatu yang tidak di inginkan terutama di jam-jam tertentu, belum lagi rambu-rambu lalu lintas yang berada di jln ade irma suryani sampai saat ini belum aktif padahal lpkpk dan DPRD Kota sudah memanggil pihak Dishub untuk segera di aktifkan namun tanggal 09 Juli 2022 belum juga di aktifkan.
Menurut keterangan M.Saleh petugas dishub melalui * Detik-Detik Mandalika.Com. ” Perubahan desain ini mengakibatkan pembongkaran lokasi mesin Traffic Light simpang empat Monjok, akibatnya jaringan kabel TL simpang empat Monjok itu juga berubah, hal ini membuat penganggaran pemulihan TL simpang empat Monjok bertambah besar, sedangkan kami dari Dishub Mataram tidak menganggarkannya karena tahun anggaran 2022 sudah berjalan”, jelas Saleh.

