Selain itu juga, perihal ini dijelaskan dalam Syarah Ath-Thahawiyah, bahwa roh mengikuti bentuk jasmani yang ditempatinya.
Lalu Bagaimana roh ketika datang Idul Fitri ?
Ada kebiasaan ketika Lebaran Idul Fitri, dimana umumnya orang melakukan ziarah” ziarah kubur kepada keluarganya. dikutip dari fikiranrakyat.com.
Kemudian, saat Lebaran Idul Fitri, apakah roh orang meninggal mengetahui ada yang ziarah” ziarah kubur ? Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan.
Seperti diketahui, setiap pekuburan umat Islam, pada Lebaran Idul Fitri selalu dipenuhi masyarakat yang menziarahi kuburan keluarganya.
Bahkan, ziarah” ziarah kubur saat Lebaran Idul Fitri juga ternyata menjadi ajang silaturahmi antar keluarga yang sudah lama tidak bertemu.
Nah, ketika banyak orang berziarah saat Lebaran Idul Fitri itu, apakah roh orang meninggal itu mengetahui ? Sebab, dalam agama Islam dijelaskan, bahwa roh orang meninggal sudah di alam barzakh.
“Tentu saja, roh itu mengetahui ketika ada yang ziarah” ziarah kubur,” terang Ustadz Khalid Basalamah.
Bahkan, katanya, roh itu juga mengetahui ketika jasadnya diantar ke kuburan.
Hanya saja, menurut Ustadz Khalid Basalamah, tidak benar kalau setelah meninggal, roh itu masih tinggal selama 40 hari di atas rumah.
Menurut Ustadz Khalid Basalamah, anggapan bahwa setelah meninggal, selama 40 hari roh orang tersebut masih ada di rumah, hanya ada di Indonesia.
Disebutkan, kepercayaan seperti itu adalah khurafat, dan akhirnya dimanfaatkan oleh jin setan, untuk mengerjai manusia.
Keterangan Ustadz Khalid Basalamah itu muncul pada YouTube Si Doel Al-Batawi,” Saat Ziarah Kubur, Apakah Roh Merasakan Kedatangan Kita – Ustadz Dr. Khalid Basalamah, M.A”, menjelaskan.
Dalam catatan keseharian, ketika Lebaran tiba, pada berbagai tempat di Indonesia, baik pada pemakaman umum dan keluarga, usai sholat Idul Fitri dan saling silaturahmi, kemudian keluarga ramai-ramai berziarah kubur.
Pada pemakaman umum, suasana menjadi ramai, bahkan menjadi peluang bagi sejumlah orang yang mengais rezeki.
Biasanya, ada yang menyapu-nyapu dekat kuburan ketika keluarganya datang ziarah” ziarah.
Kemudian para pedagang kembang pun ramai berderet dan laris di pintu masuk areal kuburan.
Dan tak lupa, selalu ada tukang parkir bermunculan, melihat banyak kendaraan berderet dekat areal pemakaman umum.
Suasana keramaian pemakaman biasanya terjadi sampai siang, namun sore hari pun masih banyak orang. Mereka yang datang pada sore hari, biasanya keluarga yang datang dari jauh.
Jadi, Roh tidak sembarangan bergentayangan, sebagian orang berpikir bahwa ada roh gentayangan karena kematiannya tidak wajar atau ada dendam yang ingin mereka selesaikan. Padahal kenyataanya, orang yang telah meniggal, rohnya akan diantar malaikat menuju Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Kemudian dikembalikan lagi di dalam kubur dan datanglah malaikat Munkar dan Nakir untuk bertanya kepada roh itu. Setelah melalui proses tanya jawab, roh akan ditempatkan di tempat yang sesuai dengan amal kebaikannya. Jika ia adalah golongan orang yang bertakwa ia akan mendapatkan kenikmatan.
Hal ini sesuai dengan hadis Rasulullah SAW: “Kemudian dibukakanlah untuknya pintu kearah surga. Lalu kepadanya dikatakan: inilah tempat tinggalmu dan itu pulalah yang diserahkan oleh Allah untukmu yaitu segala sesuatu yang ada di dalamnya. Mayit itu merasakan kenikmatan yang besar dan umat berbahagia. kemudian dikeluarkanlah kuburnya itu sampai 70 hasta dan diberi penerangan di dalamnya. Tubuhnya dikembalikan sebagaimana permulaan dahulu. Ruhnya diletakkan didalam kelompok roh yang suci yaitu dalam tubuh seekor burung yang bertengger salah satu pohon surga”. HR Ahmad). ***

