Akibat Jalan Rusak PUPR & DPRD Lombok Tengah Setengah Hati Panggil NK

Avatar of lpkpkntb

lpkpkntb.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, sedang gencarnya dengan proyek inspraktur jalan di beberapa titik. Tak hanya kawasan Kota, tapi juga perdesaan. Namun, hingga saat ini belum ada skala prioritas yang jelas terlihat, sehingga masih banyak jalan-jalan utama yang dilalui masyarakat pinggiran belum tersentuh perbaikan. Padahal, kerusakan jalan tersebut cukup parah. Kondisi ini rentan menimbulkan kecelakaan.

IMG 20220921 WA0056
Jalan rusak menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan jalan yang ada di Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya dan di jalan Kec. Praya Barat, Desa Penujak menuju lambuh ke arah pompa bensin Desa Darek rusak parah, akibat dari proyek Sistem air baku bendungan Pengge untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),  hingga saat ini belum di rekondisi di kembalikan seperti semula, hanya beberapa jalan di tempel dengan semen.

IMG 20220921 WA0082
Kondisi Jalan hanya di tempel semen.

Menurut Iwan salah satu warga setempat menyampaikan. Pihak Nindya Karya (NK) yang mengerjakan proyek tersebut, kontrak nya sudah berakhir per tanggal 22  Agustus kemarin, tapi rekondisi perbaikan badan jalan belum selesai dengan banyak alasan dari pihak Nindya Karya (NK), sedangkan jalan yang di rusak di buat oleh APBD jika di buatkan rusak tentunya ada kerugian Negara yang di timbulkan, karena NK ini di bawah naungan BUMN.

Oleh karena itu, ” Harus ada investigasi dari pihak Pemda maupun Pusat, segera turun mengecek kondisi di lapangan, jangan masyarakat terus menerus menjadi korban, terlebih proyek ini menghabiskan Anggaran Sebesar Rp 132 Miliar untuk Proyek Kawasan Ekonomi Khusus (KEK)  “.

” Untuk itu PUPR  harus turun melakukan invesitigasi mendata aset PEMDA yang rusak, kemudian menyerahkan data hasil investigasi tersebut ke pihak Nindya Karya (NK) sebagai pedoman melakukan rekondisi/perbaikan, sehingga tidak ada lagi pembongkaran di akhir rekondisi dan PUPR harus mengawasi jalan nya rekondisi tersebut”.

Sementara Pantauan dari media lpkpkntb melihat kerusakan bukan hanya di bagian tengah, tetapi sampai ke pinggir dan bahu jalan. Apalagi, saat ini sudah mulai musim hujan yang cukup deras, sehingga lubang jalan yang awalnya kecil menjadi semakin lebar. Pengguna jalan, khususnya pengendara motor, sampai berebut lewat pinggir untuk menghindari kubangan tersebut. “Enak lewat pinggir saja meski bukan aspal,” kata salah satu pengendara, warga Desa Darek Kecamatan Praya Barat Daya.

Sedangkan menurut Hanafi Satgas GNP Tipikor Lombok Tengah warga pelambik dengan nada kesal, ” Mengoreksi  Dewan dapil Praya Barat, dan Praya Barat Daya, seolah- olah membiarkan rekondisi ini berlarut-larut tanpa ada kejelasan ” ujarnya.

Menurut dia,  efek dari kerusakan jalan yang menghubungkan Desa Penujak dengan Desa Darek tersebut menghambat laju perekonomian dan sering menyebabkan kecelakaan . “Terutama malam hari dan saat musim hujan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, ” Dinas PUPR dan DPRD Lombok Tengah kenapa sampai saat ini pihak NK belum di panggil, jangan sampai menunggu korban akibat dari rusak nya jalan baru bergerak” katanya.

Kami Masyarakat yang menjadi korban menunggu reaksi serius dari PUPR Lombok Tengah Untuk segera melaporkan NK ke APH sesuai dengan hasil hering nya ke DPRD Lombok Tengah di Komisi III bebera waktu lalu.

Hanafi menegaskan, ” Jika jalan ini tidak segera di perbaiki, hanafi dan warga yang kena dampak segera mendatangi kantor PUPR, dan Bupati Lombok Tengah”. tutupnya.

[Hasbi/Ron].