lpkpkntb.com – Indikasi adanya koalisi antara Gerindra dan PDIP dalam Pilkada Gubernur NTB 2024 semakin kuat.
Hal ini ditandai dengan pertemuan antara Ketua DPD Gerindra NTB, Lalu Pathul Bahri, dan Ketua DPC PDIP Sumbawa Barat, H. Musafirin, yang juga merupakan calon Wakil Gubernur dari pasangan Sitti Rohmi Djalillah.
Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, telah menjelaskan bahwa dinamika politik di tingkat nasional dan lokal memang berbeda, sehingga kerja sama antara partai di tingkat lokal sangat mungkin terjadi.
Baca Juga:
Golkar dan Gerindra mendukung Rohmi Firin di Pemilihan Gubernur 2024?
Cek Jadwal 37 Daerah Akan Menyelenggarakan Pilkada Serentak 2024
“Dalam pilkada, kerja sama dengan partai politik memungkinkan karena syaratnya 20 persen.Satu hal yang biasa dilakukan partai,” ujar Hasto, mengacu pada Pasal 40 ayat (1) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota (UU Pilkada).
Syarat 20 persen tersebut mengharuskan partai politik atau koalisi partai harus memiliki minimal 20 persen dari jumlah kursi DPRD untuk bisa mengusung pasangan calon kepala daerah.
Hal ini menjadikan koalisi antara Gerindra dan PDIP lebih dimungkinkan.
Pertemuan antara Pathul Bahri dan H. Musafirin di Praya pada 21 Juni 2024 berpotensi menjadi awal dari koalisi dua partai besar ini di NTB.
Samsul Qomar, Juru Bicara Pasangan Rohmi-Firin, menyambut baik kemungkinan ini. “Kami sangat luwes dan menyambut baik hal ini,” ujar Samsul Qomar.
Meski ada isu bahwa Gerindra mungkin akan mengusung Lalu Muhamad Iqbal sebagai calon gubernur, Samsul Qomar berharap Iqbal yang merupakan putra daerah asal Lombok Tengah, tetap pada karir besarnya di Jakarta.
“Kami lebih berharap pak Iqbal fokus untuk karir besarnya di Jakarta. Bagaimanapun, belum ada tokoh Sasak yang duduk di Kabinet dan Siapa tahu pak Prabowo bisa memberikan ruang tersebut untuk beliau,” tambahnya.
“Kita tahu dari hasil survei dua lembaga kredibel di NTB, baik LSI maupun Indikator, bahwa Lalu Muhamad Iqbal hasilnya belum menggembirakan untuk beliau dan saya yakin Mamiq Iqbal adalah orang yang rasional dan berbasiskan data dengan pengalamannya sebagai figur cerdas realistis dan diplomat senior.”
Dalam menyongsong Pilkada Gubernur NTB 2024, konstelasi politik di NTB bisa jadi lebih mengerucut dengan adanya kerja sama antara Gerindra dan PDIP.
Meski hasil survei sementara menunjukkan Iqbal belum maksimal, pertemuan Pathul dan Musafirin membuka jalan bagi potensi koalisi ini.
“Namun, saya tidak bisa berkomentar terlalu jauh karena hal tersebut merupakan dapur dari kedua partai tersebut,” pungkas Samsul Qomar.
Menarik untuk melihat perkembangan selanjutnya dari dinamika politik ini, terutama bagaimana kolaborasi antara Gerindra dan PDIP bisa membawa perubahan positif bagi NTB.
(Xy).
