lpkpkntb.com – Sekretaris Jenderal aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), Jens Stoltenberg, memperingatkan bahwa perang Rusia dan Ukraina tak akan berakhir cepat.
“Sebagian besar perang berlangsung lebih lama dari perkiraan saat perang pertama kali dimulai.
Oleh karena itu, kita harus mempersiapkan diri kita untuk perang yang panjang di Ukraina,” kata Stoltenberg kepada harian Jerman, Morgenpost, yang dirilis Minggu (17/9). dilansir laman cnnindonesia, Minggu, (24/9).
BACA JUGA:
VIRAL! Kemunculan Masjid Berusia 1 Abad Warga mencoba masuk dan dibuat kaget!
Stoltenberg berharap perang segera berakhir. Namun, saat ini belum ada pihak yang ingin menyerah.
Ia juga mengatakan jika Presiden Volodymyr Zelensky dan pasukannya menyerah, nama negara Ukraina cuma tinggal sejarah.
BACA JUGA:
“Jika Presiden [Vladimir] Putin dan Rusia meletakkan senjata mereka, kami akan mendapat kedamaian,” ujar sekjen NATO ini.
Ia lalu melanjutkan perkataannya, “Cara paling mudah untuk mengakhiri perang ini jika Putin menarik pasukannya.”
Dalam wawancara itu, Stoltenberg juga mendapat pertanyaan soal kemungkinan Rusia menggunakan nuklir di Ukraina. Sejak akhir tahun lalu, penggunaan nuklir menjadi topik panas.
BACA JUGA;
KONFLIK ANTARA RUSIA & UKRAINA, Inilah Pemenang Perang Dunia 3 Menurut Al Quran
Bahkan di media sosial beredar kabar, Rusia terima tantangan NATO untuk berperang sebagaimana video beredar yang di unggah salah satu akun @travelmasjidmusho.
Hal ini mendapat berbagai komentar netizen:
@DikzSTORE:nato bukan makanan khas jepang yg kacang itu
@Al Farizki 🇮🇩🇮🇩:klo iran,china,korut bersatu dng rusia . Nato akan ketar ketir….
@Cessyʚɞ —:disana rusia vs nato
dsini rakyat vs pemerintah
@Galang@lfatih234_:klo emang benar…NATO hadapi mimpi buruk.
Berikut Videonya Melalui tribunnetwork;
Pejabat asing mengkhawatirkan kemungkinan Rusia menggunakan senjata nuklir untuk membombardir Ukraina. Namun, Rusia membantahnya.
Pada Desember lalu, Putin sempat mengatakan Rusia tak akan menggunakan senjata itu, kecuali jika terjadi serangan nuklir terhadap wilayahnya. Ia juga berharap tak ada negara lain yang melakukannya.
Namun, Stoltenberg tetap menilai retorika Putin soal nuklir berbahaya. Menghadapi kemungkinan itu, NATO, kata dia, telah menyiapkan setiap ancaman.
“Poinnya adalah NATO mencegah perang, tujuan NATO adalah mencegah perang – tidak terkecuali perang nuklir. Kami memiliki pencegahan yang kredibel.”
Komentar Stoltenberg muncul saat Ukraina tak banyak melakukan kemajuan signifikan meski gencar meluncurkan serangan balik. (*).

