lpkpkntb.com – Beberapa waktu belakangan ini, AI atau Artificial Intelligence sedang banyak diperbincangkan. Salah satunya yaitu Chat GPT.
Bahkan kabarnya Viral di media sosial, sebuah buku yang diklaim merupakan hasil kolaborasi dengan kecerdasan buatan (AI) ChatGPT mendapat perhatian luas. Buku tersebut menjadi bahan diskusi hangat di berbagai platform, menarik minat masyarakat dan akademisi terkait pengaruh AI dalam dunia pendidikan dan literasi. Beberapa dosen Universitas Padjadjaran (Unpad) menyampaikan pandangan mereka mengenai fenomena ini, menyoroti baik dampak positif maupun potensi tantangan yang perlu diperhatikan.
Baca:DARURAT PENDIDIKAN: Ribuan Peserta Beasiswa BPI Gagal Lolos, Indonesia Emas di Ujung Tanduk!
Menurut para dosen di Unpad, AI seperti ChatGPT memiliki potensi besar dalam mendukung proses penulisan dan produksi literasi, namun juga memunculkan beberapa kekhawatiran. Salah satu dosen Unpad, Dr. Indra Pratama, menyampaikan bahwa meskipun ChatGPT mampu menyusun teks yang koheren, terdapat risiko tergesernya kreativitas manusia. “Buku-buku yang dihasilkan dengan AI cenderung mengandalkan pola dan data yang sudah ada sehingga aspek kreativitas yang khas dari manusia bisa berkurang,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Aisyah Sari, dosen Sastra di Unpad, juga menyoroti aspek etika dalam penerbitan karya literatur berbasis AI. Ia menekankan pentingnya transparansi dalam mengungkap penggunaan AI dalam proses kreatif agar pembaca memahami keterlibatan teknologi tersebut. “Jika tidak ada transparansi, pembaca mungkin sulit menilai mana karya yang sepenuhnya dari penulis manusia dan mana yang melibatkan teknologi AI,” jelasnya.
Para akademisi di Unpad pun sepakat bahwa AI dapat menjadi alat bantu produktif dalam menulis, namun penggunaannya harus dibarengi dengan pemahaman tentang batasan dan tanggung jawab etik.
